SOLO, MettaNEWS – Transformasi Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) menjadi Solo Safari pada awal 2023 menjadi tonggak penting dalam sejarah pariwisata Kota Solo. Berkat kolaborasi Pemerintah Kota Surakarta dengan Taman Safari Indonesia, ikon lama yang penuh kenangan itu kini menjelma menjadi destinasi wisata modern, edukatif, dan ramah keluarga.
Perubahan ini terbukti membawa dampak signifikan. Berdasarkan data Buku Statistik Pariwisata Jawa Tengah 2023, pendapatan Solo Safari melonjak hingga 300% dibandingkan tahun 2022. Antusiasme publik juga terlihat dari lonjakan jumlah kunjungan. Dalam 10 bulan pertama, lebih dari 500 ribu wisatawan telah datang, dan sepanjang 2023 diproyeksikan menembus hampir 600 ribu pengunjung.
Tak hanya menyuguhkan koleksi satwa, Solo Safari menghadirkan berbagai zona edukasi, area rekreasi keluarga, hingga kuliner tematik. Hal ini menjadikannya magnet baru bagi wisatawan, terutama saat liburan sekolah maupun hari besar nasional.

“Kehadiran Solo Safari telah membawa dampak besar bagi pariwisata Kota Solo. Kini, Solo tidak lagi hanya mengandalkan keraton, pasar tradisional, dan kuliner, tetapi juga memiliki destinasi wisata keluarga modern yang sesuai dengan tren rekreasi kekinian. Lonjakan kunjungan turut menggerakkan sektor lain, mulai dari hotel, transportasi, hingga UMKM lokal,” ungkap Alexander Zulkarnain, CMO Taman Safari Indonesia.
Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta mencatat, puncak kunjungan terjadi saat Lebaran, Natal, dan Tahun Baru, dengan jumlah wisatawan yang meningkat 3–5 kali lipat dibandingkan hari biasa. Fenomena ini memperkuat peran Solo Safari sebagai motor penggerak ekosistem pariwisata Solo sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di kota.
Lebih jauh, keberadaan Solo Safari juga memperluas citra Solo yang sebelumnya identik dengan wisata budaya, sejarah, dan kuliner. Kini, Solo tampil lebih lengkap dengan hadirnya wisata keluarga modern berbasis konservasi.
Solo Safari menjadi bukti bahwa inovasi dan kolaborasi mampu menghidupkan kembali ikon lama menjadi kebanggaan baru. Tidak hanya menambah daya tarik wisata, keberhasilannya juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal serta mempertegas branding Solo sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah maupun nasional.









