TEMANGGUNG, MettaNEWS – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerap langsung aspirasi para petani tembakau dalam sebuah dialog yang digelar di Pendopo Kabupaten Temanggung, Selasa (15/7/2025). Dalam kesempatan tersebut, petani menyuarakan kekhawatiran terkait regulasi dan minimnya serapan tembakau oleh perusahaan rokok yang berdampak pada menurunnya kesejahteraan mereka.
Komite Pertembakauan Kabupaten Temanggung, Yuda Sudarmaji, mengungkapkan bahwa ketergantungan petani pada industri hasil tembakau masih sangat tinggi. Namun berbagai regulasi, seperti kenaikan cukai rokok, perlahan menekan industri sehingga berdampak langsung ke petani.
“Ketika industri tergencet maka petani juga kolaps. Mohon ini disampaikan kepada yang memiliki kewenangan atau kepada Presiden,” ujar Yuda.
Ia menambahkan, dari 20 kecamatan di Temanggung, hanya satu yang tidak menghasilkan tembakau. Namun secara umum, penghasilan petani terus menurun seiring menurunnya permintaan.
Ia juga menyampaikan bahwa salah satu perusahaan rokok besar bahkan sudah tidak lagi membeli tembakau dari petani Temanggung. Menurutnya, ini merupakan pukulan besar bagi para petani menjelang musim panen.
“Sebentar lagi kami panen. Di Jateng banyak pabrik rokok. Tolong Gubernur bisa mengimbau perusahaan rokok agar bisa menyerap hasil petani tembakau, khususnya di Temanggung,” harap Yuda.
Menanggapi hal itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi akan mengawal aspirasi para petani, meski regulasi cukai menjadi kewenangan pemerintah pusat. Ia juga menegaskan bahwa dana bagi hasil cukai untuk Temanggung yang mencapai Rp61 miliar telah didistribusikan dan diharapkan bisa dimanfaatkan maksimal untuk mendukung para petani.
“Tidak usah khawatir, bapak-bapak tidak sendiri karena ini potensi wilayah kita. Nanti akan kita kawal,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Ahmad Luthfi menyatakan telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah untuk menggelar operasi besar-besaran terhadap rokok ilegal yang kerap merugikan petani dan negara.
“Saya sudah koordinasi dengan Polda untuk operasi besar-besaran terkait dengan rokok ilegal,” ujarnya.
Selain itu, ia juga berencana mendatangi langsung perusahaan rokok untuk menyampaikan keluhan para petani sekaligus mencari solusi atas kendala yang dihadapi perusahaan.
“Saya akan ke sana (perusahaan rokok). Kalau bisa nanti perwakilan petani ikut saya ke sana,” pungkasnya.







