PT Jasamarga Jogja Solo Relokasi Makam Bayen Kalasan, Wujudkan Sinergi Infrastruktur dan Pelestarian Budaya

oleh
oleh
Relokasi dua bidang tanah pemakaman di Padukuhan Bayen, Kalasan untuk Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo | MettaNEWS / Puspita

KALASAN, MettaNEWS – PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) menunjukkan komitmennya dalam menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan pelestarian budaya melalui proses relokasi dua bidang tanah pemakaman di Padukuhan Bayen, Kalasan. Relokasi ini dilakukan demi kelancaran konstruksi Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo yang melintasi kawasan tersebut.

Pelaksanaan relokasi makam yang berada di atas tanah kasultanan (Sultan Ground) itu merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kementerian Pekerjaan Umum, dan PT JMJ. Proses relokasi berlangsung selama empat hari, mulai 14 hingga 17 Juli 2025, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai budaya, kemanusiaan, dan partisipasi masyarakat.

Pada hari pertama, PT JMJ bersama warga sekitar berhasil memindahkan 99 makam. Ditargetkan total 289 makam akan selesai dipindahkan ke lokasi baru yang hanya berjarak sekitar satu kilometer dari tempat semula. Proses ini juga menjadi peluang kerja sementara bagi masyarakat setempat, yang dilibatkan dalam kegiatan penggalian, pemindahan, dan penataan ulang makam.

Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo, Rudy Hardiansyah, menegaskan bahwa relokasi ini dilakukan dengan semangat gotong royong dan penuh rasa hormat terhadap nilai-nilai lokal.

“Kami sangat menghargai dukungan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, dan seluruh pemangku kepentingan. Kerja sama ini menunjukkan bahwa pembangunan jalan tol juga tetap mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan dan budaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rudy menyatakan bahwa PT JMJ berkomitmen menerapkan best practices dalam mitigasi dampak sosial dan budaya di setiap tahap pembangunan.

“Melalui kolaborasi lintas sektor dan inovasi operasional, pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo diharapkan dapat selesai tepat waktu,” tandasnya.

Tol ini nantinya diharapkan mampu mendorong konektivitas kawasan dan pertumbuhan ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.

“Sinergi antara percepatan pembangunan infrastruktur dan pelestarian kearifan lokal menjadi salah satu fondasi utama dalam pelaksanaan proyek strategis nasional ini,” pungkasnya.