Pertama di Indonesia, PMI Surakarta Resmikan TLA MT-8000 untuk Percepat dan Perkuat Keamanan Pengujian Darah

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – PMI Surakarta  meresmikan Total Laboratory Automation (TLA) MT-8000 Mindray, sistem otomasi laboratorium untuk pengujian imunoserologi darah yang disebut menjadi yang pertama diterapkan di Indonesia.

Peresmian alat tersebut digelar di Kantor PMI Kota Surakarta, Rabu (9/9/2026). Kehadiran teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya PMI Surakarta menghadirkan pelayanan darah yang lebih cepat, akurat, aman, dan berkualitas bagi masyarakat Solo Raya.

Pada peresmian hadir Direktur Utama Mitra Bahagia Citra Medika (MBCM) Drs. Harijanto Tanudjaja, General Manager MBCM Kevin Varianto, Nasional Sales Manager MBCM Dodik Eko Purwanto dan Area Manager DIY – Jateng MBCM Steffianisa.

Dari PT Midray hadir IVD Sales & Marketing Manager Shawn Zhang, National Service Manager Mindray Indonesia Fred Xie,  Regional Technical Support Application Asia Pasific Celia, CLIA Marketing Manager Ida Faridah, IVD Service Manager Mindray Indonesia Theo Hendrata dan Clinical Application Mindray Indonesia Andy Rangkuti.

Ketua Umum PMI Surakarta, Sumartono Hadinoto, mengatakan penerapan TLA MT-8000 menjadi momentum penting bagi PMI dalam meningkatkan standar pelayanan transfusi darah.

“Peresmian alat TLA alat laboratorium ini merupakan hal penting bagi PMI Kota Surakarta dalam meningkatkan kualitas pelayanan darah transfusi kepada masyarakat Solo dan sekitarnya,” kata Sumartono.

Menurutnya, teknologi yang dihadirkan melalui kerja sama dengan PT Mindray dan PT Mitra Bahagia Citra Medika bukan sekadar inovasi teknologi. Lebih dari itu, penerapan sistem tersebut menjadi bentuk nyata komitmen PMI untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kehadiran teknologi TLA dari PT Mindray dan PT Mitra Bahagia bukan hanya sebuah inovasi, tapi wujud nyata komitmen kita untuk menghadirkan pelayanan yang lebih akurat, lebih cepat, dan berbasis teknologi yang terbarukan,” ujarnya.

Sumartono berharap penerapan sistem otomasi tersebut mampu membuat proses pemeriksaan darah berjalan lebih konsisten dan memenuhi standar yang semakin tinggi.

“Dengan adanya sistem total laboratorium otomatis ini kami berharap proses pemeriksaan darah dapat dilakukan dengan standar internasional yang lebih konsisten. Keamanan darah transfusi semakin terjamin yang merupakan salah satu fokus layanan PMI kepada masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan teknologi juga diharapkan berdampak langsung terhadap pelayanan kepada pasien maupun rumah sakit yang selama ini menjadi mitra PMI Surakarta.

“Pelayanan kepada pasien dan rumah sakit di Surakarta dan sekitarnya dapat dilakukan dengan lebih efektif, efisien, profesional, dan lebih tepat,” tutur Sumartono.

Dalam kesempatan tersebut, Sumartono menyampaikan apresiasi kepada PT Mindray dan PT Mitra Bahagia Citra Medika yang telah mendukung pengembangan teknologi laboratorium di PMI Surakarta.

“Tentunya kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada PT Mindray dan PT Mitra Bahagia Citra Medika atas dukungan, kepercayaan, dan kerja sama yang telah berjalan dengan baik selama ini,” ucapnya.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada implementasi TLA MT-8000, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas di bidang kesehatan dan kemanusiaan.

“Semoga langkah ini menjadi langkah awal untuk kolaborasi yang lebih luas dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan,” katanya.

Sumartono menegaskan PMI Surakarta akan terus mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai dasar pelayanan.

“PMI Kota Surakarta berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, menghadirkan pelayanan yang berbasis teknologi namun tetap berlandaskan tujuh prinsip dasar gerakan PMI, salah satunya adalah kemanusiaan,” tegasnya.

“Karena sesungguhnya setiap tetes darah yang kita sediakan adalah harapan hidup bagi sesama. Mari kita jadikan kerja sama ini sebagai momentum untuk memperkuat semangat pelayanan, inovasi, dan solidaritas,” imbuh Sumartono.

Mitra Bangga Jadi Bagian dari TLA Pertama

General Manager PT Mitra Bahagia Citra Medika, Kevin Varianto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan PMI Kota Surakarta kepada perusahaannya untuk menjadi bagian dari penerapan TLA MT-8000.

“Kami sangat mengapresiasi dapat dipercaya oleh PMI Kota Surakarta dan Mitra Bahagia Citra Medika untuk menjadi penyedia layanan kerja sama terhadap total laboratorium pertama di Indonesia ini,” ujar Kevin.

Menurutnya, penerapan teknologi tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh tim PT Mitra Bahagia Citra Medika karena dapat ikut berkontribusi dalam pengembangan teknologi pelayanan darah di Indonesia, khususnya di wilayah Solo Raya.

“Kami dan segenap tim PT Mitra Bahagia Citra Medika sangat bangga dapat mengambil bagian dalam kemajuan dan perkembangan teknologi yang dapat memudahkan PMI Kota Surakarta untuk terus berkontribusi kepada masyarakat Indonesia, khususnya di Solo Raya, dan memberikan pelayanan yang berkualitas,” katanya.

Kevin juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses penerapan TLA MT-8000, mulai dari tahap perencanaan hingga pelatihan.

“Terima kasih kami ucapkan sekali lagi atas kerja keras tim yang terlibat dalam menyukseskan instalasi alat TLA ini, mulai dari tahap perencanaan, pengiriman, instalasi teknis, hingga pelatihan aplikasi dan penggunaan oleh tim PMI Kota Surakarta,” ujarnya.

“Seluruh proses ini tentu tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dan kerja sama dari semua pihak,” imbuh Kevin.

Ia berharap hubungan kerja sama yang telah terjalin antara PT Mitra Bahagia Citra Medika dan PMI Surakarta sejak 2022 dapat terus berkembang.

“Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dengan baik antara PT Mitra Bahagia Citra Medika dengan PMI Kota Surakarta sejak tahun 2022 dapat terus berlangsung secara berkelanjutan, semakin erat, dan memberikan manfaat yang lebih besar di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Kevin memastikan pihaknya akan terus memberikan dukungan setelah alat beroperasi.

“Kami juga akan berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terbaik, baik dari sisi layanan teknologi, pendampingan, hingga implementasi alat-alat ini agar dapat berjalan secara optimal dan memberikan nilai tambah bagi PMI Kota Surakarta,” katanya.

“Semoga kerja sama ini bukan hanya menjadi pencapaian di hari ini, tapi menjadi awal dari perjalanan panjang untuk terus berinovasi, berkembang, dan bersama-sama memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” lanjut Kevin.

MT-8000 Mampu Proses 850 Sampel per Jam

Perwakilan Mindray menjelaskan, peresmian TLA MT-8000 di PMI Surakarta merupakan pencapaian penting bagi penerapan teknologi otomasi laboratorium untuk pengujian imunoserologi darah di Indonesia.

“Hari ini, kita berkumpul di PMI Solo untuk menjadi saksi atas pencapaian baru: peresmian Total Laboratory Automation atau TLA pertama dari Mindray untuk pengujian imunoserologi darah di Indonesia,” ujarnya.

Atas nama Mindray, ia menyampaikan terima kasih kepada PMI Surakarta atas kepercayaan yang diberikan.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Mindray. Mulai dari desain tata letak, persiapan lokasi, instalasi, hingga validasi, kedua tim kita telah bekerja sama secara erat untuk menyelesaikan solusi TLA cerdas ini di sini,” katanya.

Menurutnya, PMI memiliki peran penting dalam memastikan keamanan darah sebelum digunakan untuk kebutuhan transfusi.

“PMI memegang tanggung jawab krusial dalam pemindaian darah nasional dan keselamatan transfusi. PMI Solo, sebagai salah satu PMI pelopor yang menjadi pusat utama di Jawa Tengah dalam memproses pemindaian dan pengujian darah berskala besar guna memastikan pasokan darah yang aman bagi fasilitas kesehatan, dituntut untuk mencapai efisiensi throughput sekaligus kualitas hasil yang tinggi,” jelasnya.

“Kita harus mencapai kedua target tersebut,” tegasnya.

Ia menjelaskan MT-8000 merupakan sistem TLA yang dikembangkan Mindray dengan sejumlah teknologi otomasi dan kecerdasan buatan.

“MT-8000 merupakan sistem TLA hasil inovasi mandiri dari Mindray. Terintegrasi dengan AI vision dan desain transportasi sampel empat jalur atau four-lane untuk mencapai kapasitas 850 sampel per jam,” jelasnya.

Sistem tersebut mengotomatisasi berbagai tahapan pemeriksaan laboratorium, mulai dari pra-analitik, analitik hingga pasca-analitik.

Selain itu, sistem tersebut dilengkapi middleware IT Innolab untuk membantu memvisualisasikan status analyzer, TAT atau Turnaround Time sampel, manajemen quality control (QC), hingga manajemen reagen.

“Dengan sistem ini, pekerjaan manual dan risiko bahaya biologis atau biohazard dapat dikurangi, throughput laboratorium meningkat, serta TAT menjadi lebih cepat, sehingga mendukung diagnosis yang cepat dan andal untuk pemindaian penyakit menular,” katanya.

Tenaga Laboratorium Bisa Lebih Fokus

Mr. Shawn Zhang perwakilan Mindray memambahkan penerapan MT-8000 juga memberikan manfaat terhadap pola kerja tenaga laboratorium.

“Dengan penerapan MT-8000 di sini, laboratorium PMI Solo akan mendapatkan manfaat besar. Salah satunya mengurangi pekerjaan manual yang berulang, sehingga para profesional laboratorium dapat berfokus pada hasil berkualitas tinggi di bidang klinis, bahkan memiliki lebih banyak waktu untuk penelitian klinis,” ujarnya.

Selain itu, sistem otomasi tersebut memungkinkan pengelolaan laboratorium dilakukan secara lebih terstandar.

“Alur kerja digital sepenuhnya untuk manajemen laboratorium yang terstandarisasi dan kualitas pengujian yang konsisten,” katanya.

Mindray juga memastikan dukungan terhadap PMI Surakarta tidak berhenti pada pemasangan alat.

“Tim layanan dan aplikasi lokal kami di Indonesia juga akan terus memberikan dukungan siklus hidup penuh, pemeliharaan, pelatihan, dan optimalisasi laboratorium untuk menjamin kelancaran operasional MT-8000 bersama distributor kami, Mitra Bahagia,” jelasnya.

Ia berharap penerapan teknologi tersebut dapat memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di Solo dan Jawa Tengah.

“Kami berharap MT-8000 dapat memperkuat laboratorium PMI Solo, memberikan layanan diagnosis yang lebih cepat dan terpercaya bagi para pasien di Solo dan Jawa Tengah, serta memperkokoh kapasitas kesehatan masyarakat di tingkat regional,” ujarnya.

Mindray, lanjutnya, siap memperluas kerja sama dengan PMI untuk menghadirkan teknologi kesehatan yang semakin berkualitas dan terjangkau.

“Mindray siap untuk kerja sama yang lebih mendalam dengan PMI, guna meningkatkan kualitas diagnosis lokal dan menghadirkan layanan kesehatan yang terjangkau bagi lebih banyak masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Dengan diresmikannya TLA MT-8000, PMI Kota Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus memadukan kemajuan teknologi dengan nilai kemanusiaan. Teknologi tersebut diharapkan menjadi bagian penting dalam memastikan setiap darah yang diberikan kepada masyarakat telah melalui proses pemeriksaan yang semakin cepat, akurat, dan terstandar.