SOLO, MettaNEWS – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional menyebut harga daging sapi di Jawa Tengah tertinggi se-Indonesia. Data ini terhitung sejak Rabu (5/4/2023).
Harga daging sapi harian di pasar modern Jawa Tengah disebut mencapai Rp 194,3 ribu per kilogram. Lebih mahal ketimbang pasar modern Kalimantan Timur Rp 189,65 ribu per kg dan Sulawesi Tengah seharga Rp 182,45 ribu per kg. Serta Gorontalo Rp 169 ribu per kg, dan Jawa Timur Rp 163,25 ribu per kg.
Dari pantauan MettaNEWS di pasar induk Solo yakni Pasar Legi dan Pasar Gede. Harga daging sapi di kedua pasar ini berkisar Rp 120 ribu hingga Rp 140 ribu. Tak menyentuh angka Rp 194 ribu.
Salah satu pedagang daging sapi Pasar Gede, Marsi (58) mengatakan harga daging sapi stabil sejak pekan pertama Ramadan.
“Harga stabil ada yang Rp 120 ribu itu yang daging campur, Rp 130 ribu yang daging biasa terus yang bersih atau super Rp 140 ribu,” ujar Marsi kepada MettaNEWS, Kamis (6/4/2023).
Permintaan daging sapi justru menurun baik saat Prapaskah maupun Ramadan. Menurutnya permintaan daging sapi tak sebagus sebelum pandemi Covid-19 melanda.
“Harga sebelumnya stabil sebelum sama pas sudah Ramadan nggak ada kenaikan. Nggak banyak yang beli buat buka bersama, kalau dulu banyak yang buat takjil sekarang nggak ada. Malah bagus yang sebelum pandemi, ini turun turun,” terangnya.
Pihaknya juga belum bisa memprediksi apakah harga daging sapi akan naik saat Lebaran. Yang pasti stok di tempatnya aman.
“Paling banyak orang beli itu yang super, prediksi pas Lebaran belum tahu ya manut pemerintah kasih harga kalau naik ya naik. Ini ambil dari Jagalan, stok aman,” tutur dia.
Harga Daging Sapi di Solo Tertinggi Rp 140 Ribu
Sementara itu Pujani, pemilik kios daging Pasar Legi Solo menjual daging sapi Rp 130 ribu hingga Rp 140 ribu.
“Kalau di sini biasa Rp 130 ribu yang jenis sekel, yang has Rp 135 ribu. Belum naik dari minggu lalu, kalau naik nggak laku. Kalau eceran jatuhnya Rp 140 ribu misal diecer seperempat gitu Rp 35 ribu,” beber Pujani.
Menurut Pujani harga daging sapi di pasaran Solo tertinggi hanya Rp 150 ribu per kilogram. Itu pun terjadi saat Lebaran.
“Kalau sampai Rp 195 ribu nggak ada nggak laku kalau segitu di Solo. Paling pol Rp 140 ribu kalau umumnya Rp 130 ribu. Rp 190 ribu itu Jakarta nggak sampai, sana Rp 150 ribu,” ujar Pujani.
Pujani menyebut harga Rp 150 ribu tersebut disebabkan minimnya stok saat Lebaran. Sedangkan permintaannya tinggi.
“Harga masih sama, datanya keliru, kalau Lebaran paling pol Rp 150 ribu h-2 karena kulakannya mahal terus barangnya nggak ada. Permintaan sepi biasa rumah makan sepi, biasa permintaannya pokoknya ya kenaikannya nggak begitu signifikan. Yang paling banyak dicari serloin Rp 140 ribu kalau eceran,” tukasnya.








