SOLO, MettaNEWS – Pedagang pasar darurat Jongke yang menempati Lapangan Jegon mengeluhkan sempitnya ukuran lapak yang mereka terima.
Salah satu pedagang tersebut ialah Suyatmi (61). Pedagang sembako itu pun mau tak mau harus menempati los yang ia terima bersama 1.183 pedagang lainnya sejak satu bulan lalu.
“Laris Jongke sini sepi kan tempatnya gelap ini los ukurannya kecil sempit ya minta ada pelebaran soalnya kalau kekecilan buat dasar ya kurang, besar sana ini terlalu kecil. Mau masuk miring keluar miring kalau sana kan enggak,” ujar Suyatmi kepada MettaNEWS, Kamis (25/5/2023).
Suyatmi hanya memiliki satu los saja di pasar darurat tersebut. Suyatmi juga mengaku bahwa pasar darurat yang ia tempati masih minim pencahayaan. Belum ada lampu yang terpasang di los mungil miliknya. Terpaksa ia harus menggunakan lampu batrai tiap kali berjualan sejak dini hari.
“Sini listriknya masih jekrek. Jadi sering gelap kalau mau terang ya pakai lampu cas-casan itu Cuma bertahan dua jam-an. Katane dulu ya mau ada yang kasih tapi sampai sekarang nggak ada sederet ini,” terang dia.
Kendati demikian ia akan sabar menunggu revitalisasi Pasar Jongke agar bisa menempati lokasi berjualan yang lebih layak.
“Harapannya kalau sudah pindah dapat yang baik sama lebar, sabar nunggu satu tahun,” ujarnya.
Pedagang Pasar Darurat Meluber
Keluhan serupa juga dirasakan Yuni (41), pedagang buah yang mendapat satu los berukuran 1,5 x 2 meter.
“Agak sempit, ukuran 1,5 x 2 meter, sebelumnya 2×2 meter kan. Ya ini sudah dari sana aturannya sampai selesai 1 tahun lebih. Mau nggak mau ya tempati sini, kan kita bisa jualan pembelinya sama seperti Pasar Jongke,” ujar Yuni.
Yuni juga mengaku pedagang Pasar Jongke sempat tidak tertib saat awal pemindahan ke pasar darurat Jegon. Hal ini lantaran banyak pedagang yang risau jika dagangannya tak laku jika berjualan di dalam.
“Yang kemarin pas awal penempatan sampai luar sana kalau sekarang sudah tertib nggak meluber menempati kiosnya sendiri. Itu pedagang oprokan kemarin itu pada takut nggak laku kan bagiannya di dalam jadi mereka pilih pinggir jalan,” bebernya.
Terpisah Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengakui bahwa pasar darurat Jongke di Lapangan Jegon sempit. Putra sulung Presiden Jokowi itu kemudian berencana untuk menata pasar darurat Jegon agar lebih rapi.
“Pasar darurat sempit umpek-umpkan masih ada pedagang yang meluber keluar. Nanti tak rapikan lagi kalau tidak ditegur ya kasihan warganya. Saya sudah komitmen ke warga nanti setelah ini saya bersihkan lagi mohon maaf kalau kumuh,” terang Gibran di Balai Kota Solo, Rabu (24/5/2023).
Pembangunan Pasar Jongke juga akan segera dikerjakan pada Juni ini dan selesai tahun 2024.
“Jongke kita kebut kalau tidak sekarang nanti ora digawe-gawe,” tuturnya.








