SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming memastikan, pemanfaatkan lapangan Jegon untuk lapak darurat Pasar Jongke hanya sementara. Gibran jamin lapangan Jegon tidak akan berubah menjadi bangunan sekolah seperti ditanyakan warga.
Setelah renovasi Pasar Jongke selesai, Pemerintah Kota Solo akan memperbaiki lapangan di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan tersebut dan mengembalikannya ke fungsi semula.
Wali Kota Gibran Rakabuming, pada Minggu (16/4/2023) petang mendapat mention di akun Twitternya @gibran-tweet. Cuitan datang dari akun @wargakidulpasar dengan nama agungprasetyo, berbunyi demikian:
“Izin sharing Mas Wali, dengan pemindahan Pasar Jongke ke lapangan Jegon dan rumornya setelah selesai akan menjadi sekolah. Maka apa tidak ada rencana sarana pengganti untuk olahraga di area sekitar Pajang. Maturnuwun.”
Tak berapa lama, Gibran pun menjawab, memastikan kecemasan warga tidak beralasan. Gibran jamin lapangan Jegon tetap akan menjadi lapangan terbuka.
“Kata siapa, lapangan akan diperbaiki seperti bentuk awal setelah Pasar Jongke jadi,” tulis Gibran.
Pasar Jongke Akan Jadi Satu dengan Pasar Kabangan
Pemerintah Kota Solo merevitalisasi Pasar Jongke menggunakan dana Rp 138 miliar dari Kementerian PUPR. Nantinya, pasar tradisional di ujung barat Jalan dr Radjiman itu akan gabung menjadi satu dengan Pasar Kabangan yang terletak di jalan yang sama. Sedangkan lahan Pasar Kabangan akan menjadi lahan parkir untuk kawasan Kampung Batik Laweyan.
Proses revitalisasi mulai bulan April ini. Butuh waktu sekitar setahun untuk mengubah Pasar Jongke menjadi pasar tradisional, pusat oleh-oleh. Sekaligus memberi lahan untuk pedagang Pasar Kabangan yang sebagian besar produsen peralatan rumah tangga dari tong bekas.
Masih ada sekitar 80 pedagang pakaian murah yang dulu berasal dari eks lahan SPBU Jongke. Mereka setelah Lebaran nanti akan mendapatkan lahan baru di Pasar Purwosari alias Pasar Senggol di Jalan Slamet Riyadi.
Untuk menampung sekitar 1.183 pedagang Pasar Jongke, Pemkot mendirikan lebih dari 600 kios darurat dan oprokan di Lapangan Jegon yang berjarak 1 kilometer di selatan Pasar Jongke. Biaya pembuatan pasar darurat mencapai Rp 1,7 miliar berasal dari APBD Kota Solo. Saat ini, sebagian besar pedagang sudah pindah ke pasar darurat, sehingga pembongkaran bangunan bisa segera mulai.








