SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Solo menyiapkan pasar darurat untuk menampung pedagang Pasar Jongke selama revitalisasi. Berlokasi di Lapangan Jegon, Laweyan, pasar darurat ini nantinya menampung 1.183 pedagang.
Kepala Dinas Perdagangan, Heru Sunardi mengatakan pembangunan pasar darurat berlangsung sejak Januari hingga Maret 2023. Pedagang Pasar Jongke akan menempati pasar darurat tersebut pada pekan pertama April 2023.
“Pasar darurat itu selesai 1 April. Tapi rencana untuk tanggal 2-9 itu waktu pedagang pindahan menempati pasar darurat. Minggu besok itu kami sosialisasi pembagian tempat dan zonasi kepada para pedagang,” ujar Heru, Senin (27/3/2023).

Pedagang pasar ini terbagi menjadi tiga jenis, kios, los dan oprokan. Masing-masing pedagang akan mendapatkan lokasi berbeda sesuai jenisnya.
“Untuk pasar darurat progres sudah 85 persen. Sudah hampir siap ditempati. Ukuran kios 3×3 meter. Kalau los itu 1,5×2 meter. Lha itu nanti mengikuti sejarah riwayat pedagang. Yang Punya 3 nanti dapat 2. Yang penting pedagang aktif pasti dapat tempat,” terang Heru.
Pasar Darurat Tampung 1.183 Pedagang Pasar Jongke

Terdapat 600 kios, 71 kios dan oprokan untuk pedagang Pasar Jongke. Mereka akan menempati pasar sementara ini selama kurang lebih satu tahun.
“Los 600 kios 71 kios tambah Oprokan. Pembangunan Jongke kurang 12 bulan . Mulai April tayang lelang Mei pertengahan,” kata dia.
Revitalisasi Pasar Jongke menelan anggaran hingga Rp 140 miliar. Pasar ini menjadi salah satu dari 17 program priorotas pembangunan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.
Setelah pasar ini selesai dibangun, Lapangan Jegon akan kembali ke fungsi sebelumnya sebagai lapangan sepakbola. Nantinya Dinas Perdagangan akan berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga untuk menyusun perbaikan.
“Anggaran Rp 140 miliar (Pasar Jongke). Pasar darurat dari APBD Rp 1,7 miliar. Perbaikan Lapangan Jegon kami koordinasikan dengan Dispora dianggarkan DED sekaligus 2024. Setelah pindah perbaikan lapangan. Pak wali sudah komando,” tandasnya.









