Parfum Arab di Pasar Kliwon Solo Diburu Pembeli Saat Ramadan

oleh
Parfum Arab
Syaiful Anwar (38) penjaga toko parfum Arab kawasan Masjid Riyadh Pasar Kliwon Solo, Senin (27/3/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Parfum Arab menjadi salah satu penunjang kebutuhan yang banyak dicari saat Ramadan. Tingginya animo umat muslim untuk memakai wangi-wangian saat hendak menuju tempat ibadah pun membuat toko penjual parfurm Arab kebanjiran orderan.

Syaiful Anwar (38) salah seorang karyawan toko parfum Arab di Pasar Kliwon Solo mengaku mulai kebanjiran pesanan sejak hari pertama Ramadan.

Syaiful mengatakan penjualan parfum Arab di tempatnya naik dua hingga tiga kali lipat dari hari biasanya. Penjualan parfum Arab juga ia prediksi semakin tinggi saat Lebaran tiba.

“Alhamdulillah sekarang agak lumayan. Terutama saat nanti sudah hampir lebaran insyaAllah tambah ramai. Di sini parfum-parfum yang Arabian kurang lebih bisa dua sampai tiga kali lipat (penjualan),” ujar Syaiful kepada MettaNEWS, Senin (27/3/2023).

Harga Parfum Arab Tembus Rp 1 Jutaan

Parfum Arab
Varian parfum Arabian di kawasan Masjid Riyadh Pasar Kliwon Solo, Senin (27/3/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Varian Oud dan Gaharu menjadi parfum yang paling banyak pembeli sukai. Parfum Arab yang dijual Syaiful bervariasi. Mulai yang paling murah dari Rp 20.000 hingga yang paling mahal Rp 1 juta-an lebih.

“Yang paling ramai di sini yang varian Oud dan kalau yang habib-habib sendiri itu biasanya pakainya yang Gaharu. Hargaya memang agak mahal ada yang Rp 900 ribu itu 3 mili liter. Ada yang Rp 1 juta lebih kalau botol itu,” terang Syaiful.

Pembelinya pun tak hanya dari Kota Solo. Melainkan luar daerah maupun luar kota seperti Yogyakarta yang sengaja datang.

“Di sini yang Arab ada, yang Eropa ada tapi yang paling banyak (mereka cari) Arabian. Karena sini yang punya juga habib orang Arab. Yang palimg murah itu Rp 20 ribuan 3 mili itu, ada juga yang Rp 50 ribu, Rp 30 ribu,” ujar Syaiful.

Selain parfum impor dari Arab dan Eropa, Syaiful juga menjual parfum buatan sendiri. Parfum ini ia banderol mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 100.000.

“Kalau khusus Ar riyadh ini juga ada beberapa buatan sendiri harganya Rp 20 ribuan. Merknya Khudni harganya Rp100 ribu unutuk yang sprai. Ini yang produk baru juga ngoplos sendiri,” beber Syaiful.

Parfum ini miliki ciri khas tersendiri jika dibandingkan parfum lain. Cenderung lebih kalem dan lembut aromanya. Selain itu, kandungan alkohol dalam kebanyakan parfum Arab sudah melalui proses denaturasi. Sehingga bisa dipergunakan untuk ibadah karena aromanya tak memabukkan.

“Pembeli ndak nentu, kebanyakan dari orang luar malah. Kaya Jogja atau Sragen ya pokoknya banyak. Mereka ada yang ziarah, kadang ada yang memang udah cocok sama minyak sini. Karena rata-rata minyaknya di sini itu murni nggak campuran,” pungkasnya.