SOLO, MettaNEWS – Putri politisi gaek Akbar Tanjung, terpilih sebagai Ketua DPP II Partai Golkar Solo dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Partai Golkar Kota Solo, Minggu (16/4/2023). Sekar Krisnauli Tanjung bertekad mengembalikan elektabilitas partainya.
Sekretaris DPD I Golkar Jawa Tengah, Juliyatmono seusai pemilihan menyebut, kehadiran Sekar Tanjung pulang ke Solo untuk mengabdi. Saat ini, peran anak muda sangat penting.
“Saya tetapkan hari ini karena Musdalub itu kan sederhana memilih kembali ketua definitif, calonnya cuma satu. Kita tetapkan aklamasi Mbak Sekar menjadi ketua DPD Partai Golkar Kota Solo,” kata Yuli usai pemilihan di kantor DPD Golkar Solo.
Yuli mengaku partai Golkar membutuhkan sosok yang milenial. Hal tersebut tak terlepas dari komunikasi yang bisa dilakukan dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang juga sosok milenial.
Ketua DPD II Golkar Solo terpilih Sekar menjelaskan pihaknya akan mengikuti dan melanjutkan seluruh kegiatan yang sudah dipersiapkan partai.
“Yang harus dipersiapkan oleh Partai Golkar untuk mengikuti tatanan Pemilu, Pileg, Pilpres dan Pilkada di tahun 2024 itu akan menjadi fokus utama kami. Harapannya dengan pengukuhan hari ini kita bisa mulai meningkatkan strategi. Keseriusan kerja keras dan konektivitas untuk menjemput kebangkitan Partai Golkar di kota,” kata Sekar di Kantor DPD Golkar Solo.
Ditanya apakah ingin mengembalikan kemenangan Golkar pada tahun 2004 saat dipegang oleh sang ayah yakni Akbar Tanjung, Sekar berharap hal itu juga bisa terulang lagi.
“Ya seperti pesan Pak Juliyatmono. Partai membutuhkan sosok yang milenial biar komunikasi dengan Wali Kota bisa nyambung. Tapi, yang jelas tugasnya harus merebut simpati memulihkan keadaan bagaimana perolehan suara pileg itu ada penambahan yang signifikan itu yang paling pokok,” pungkasnya.
Partai Golkar Solo mengalami vakum kepemimpinan setelah Ketua DPD Koes Rahardjo diberhentikan, menyusul mosi tidak percaya dari beberapa elemen partai. Sejak pemberhentian bulan Februari lalu, Juliyatmono menjadi pemimpin sementara.
Pernah berjaya di era Orde Baru, Partai Golkar hanya memiliki 4 wakil di DPRD Kota Solo pada Pemilu 2009 dan 2014. Bahkan jumlah itu berkurang menjadi 3 kursi di Pemilu 2019.







