RS Bhayangkara Surakarta Terima Pasien BPJS, Ada Peningkatan Layanan hingga Kelas 1 Tanpa Tambahan Biaya

oleh
RS Bhayangkara Surakarta
RS Bhayangkara Surakartadi Jalan Adisucipto Nomor 2, Manahan, Banjarsari, Solo | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Telah dibuka sejak 2023, Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tingkat IV Surakarta belum memenuhi target kunjungan pasien. Tingkat keterisian rumkit yang terletak di Jalan Adisucipto Nomor 2, Manahan, Solo ini juga masih jauh dari ideal, yakni hanya 40 persen saja.

Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol Agustinus mengungkapkan, rumah sakit yang berada di wilayah strategis Kota Solo ini sejatinya telah memiliki pelayanan kesehatan yang cukup lengkap dan bahkan melebihi standar rumah sakit tingkat IV.

Jika berdasar pada ketentuan rumah sakit tingkat IV hanya memiliki empat dokter spesialis dasar, yakni anak, penyakit dalam, bedah, dan kebidanan. Namun, Rumkit Bhayangkara Surakarta telah melampaui itu.

“Saat ini kami memiliki lebih dari 20 dokter spesialis. Ada spesialis kulit dan kelamin, saraf, THT, rehabilitasi medik, psikiatri bahkan forensik. Dokter-dokter ini tidak hanya berkualitas, tetapi juga sudah dikenal oleh masyarakat,” papar Agustinus Senin (16/6) disela-sela acara bakti kesehatan di Rumkit tersebut.

RS Bhayangkara Surakarta telah dilengkapi dengan instalasi gawat darurat (IGD) 24 jam, laboratorium klinik, rontgen, ruang rawat inap yang baru dan nyaman, hingga layanan rehabilitasi medik.

“Untuk pasien stroke, misalnya, kami sudah siap menanganinya di sini. Fasilitas kami sudah melebihi standar rumah sakit tipe IV. Tetapi sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum tahu bahwa fasilitas ini tersedia dan bisa diakses,” ucap Agustinus.

Untuk menarik minat masyarakat, RS Bhayangkara Surakarta memberikan pelayanan lebih bagi peserta BPJS. Tidak hanya menanggung kelas 3, RS ini memberi peningkatan layanan ke kelas 2, bahkan kelas 1, tanpa penambahan biaya.

“Ini semata-mata agar masyarakat bisa merasakan kenyamanan lebih dan menjadi daya tarik agar rumah sakit ini lebih cepat dikenal,” imbuhnya.

Saat ini, RS Bhayangkara Surakarta juga telah resmi menjadi rumah sakit rujukan. Itu artinya, rumah sakit ini menerima pasien dari fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas, poliklinik swasta, serta poliklinik milik Polres atau institusi lain.

Namun, meskipun sudah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, jumlah pasien yang datang masih di bawah ekspektasi.

“Gedungnya masih baru, fasilitas lengkap, dokter spesialis tersedia, dan pelayanannya nyaman. Sayang sekali jika rumah sakit ini tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Solo dan sekitarnya,” tegas Agustinus.

Disisi lain, dalam Kegiatan Bakti Kesehatan yang digelar bersamaan ini menurutnya bukan hanya sebagai bentuk pengabdian sosial, tetapi juga media promosi layanan rumah sakit.

RS Bhayangkara Surakarta
Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol Agustinus saat bakti kesehatan di Rumkit Bhayangkara Surakarta, Senin (16/6/2025) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Dalam kegiatan ini, disediakan layanan pengobatan umum, pemeriksaan laboratorium sederhana, screening TBC dengan mobil rontgen, pemeriksaan gigi, konsultasi stunting, donor darah, hingga sunatan massal.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Rumah Sakit Bhayangkara Surakarta ini terbuka untuk semua kalangan. Baik masyarakat umum, pekerja lapangan, maupun komunitas tertentu bisa mendapatkan layanan yang bermutu di sini. Karena itu, kami harap dari kegiatan ini ada dampak jangka panjang untuk peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit ini,” pungkasnya.

Hal senada diungkapkan Kapolda Jateng, Irjend Pol Ribut Hari Wibowo. Dia menekankan bahwa RS ini merupakan salah satu bentuk layanan Polri selain penegakkan hukum.

“Jadi kita ingin memberikan yang maksimal bagi masyarakat. Sehingga masyarakat, khususnya Solo bisa benar-benar mendapatkan manfaatnya,” pungkasnya.