SEMARANG, MettaNEWS — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat sinergi dengan BPJS Kesehatan guna memastikan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BPJS Kesehatan dan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Semarang pada Jumat (10/4/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan, capaian, serta arah kebijakan strategis pengelolaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jawa Tengah.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Sutopo Patria Jati, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemprov Jateng dalam mendukung pembiayaan iuran bagi kelompok tertentu.
“Kami apresiasi dukungan Pemprov Jateng, termasuk kelancaran pembayaran iuran,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program JKN melalui semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat.
Berdasarkan data per 1 April 2026, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Jawa Tengah telah mencapai 98,81 persen dari total penduduk. Angka tersebut melampaui target nasional sebesar 98,6 persen.
Meski demikian, tingkat keaktifan peserta masih berada di angka 73,16 persen, sehingga perlu terus didorong untuk mencapai target nasional sebesar 80 persen.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa layanan kesehatan dasar harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah, termasuk dalam pengalokasian anggaran.
“Program-program strategis harus diprioritaskan pada layanan dasar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mendorong penguatan layanan promotif dan preventif, salah satunya melalui program dokter spesialis keliling (Speling) yang diinisiasi Pemprov Jateng.
Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Irma, menambahkan bahwa kolaborasi antara program Speling dan BPJS Kesehatan terus diperkuat guna memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Pemprov Jateng menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan sinergi dengan BPJS Kesehatan, pemerintah kabupaten/kota, serta fasilitas layanan kesehatan, demi mewujudkan pelayanan yang lebih optimal, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.








