Rozaq Rais Dimakamkan di Bekonang Sukoharjo, Tangis Keluarga dan Pelayat Pecah

oleh
Rozaq Rais
Jenazah Rozaq Rais dibawa menuju pemakaman keluarga di Bekonang Sukoharjo, Rabu (24/5/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Jenazah adik Amien Rais, Abdul Rozaq Rois telah dibawa dari rumah duka menuju pemakaman keluarga di Bekonang Sukoharjo, Rabu (24/5/2023).

Jenazah diberangkatkan sekira pukul 09.17 WIB dari rumah duka Jalan Arifin nomor 115 Kepatihan Kulon, Solo.

Pantauan MettaNEWS, ratusan pelayat tampak memadati rumah duka adik kedua Amien Rais tersebut. Terdapat puluhan kiriman bunga yang diletakkan di sepanjang jalan menuju rumah duka.

Beberapa nama tokoh politik ada dalam karangan bunga tersebut. Ia adalah Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Keluarga besar Amien Rais juga hadir dan turut mengantar jenazah Rozaq Rais menuju tempat peristirahatan terakhir.

Anak pertama Rozaq Rais, Laila Istiana menyampaikan permohonan maaf apabila ayahandanya memiliki kesalahan.

“Atas nama keluarga mohoh maaf yang sebesar-besarnya atas semua khilaf bapak salah bapak. Baik sengaja maupun tidak semoga bapak ibu ikhlas memaafkan bapak kami,” ujar Laila di hadapan pelayat.

Laila mewakili adik-adiknya juga memohon doa agar ayahnya ditempatkan di sisi terbaik. Ia juga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan ke keluarga semasa Rozaq Rais sakit.

“Mohon doanya semoga bapak husnul khotimah. Maturnuwun terimakasih atas bantuan yang telah diberikan yang tidak bisa saya sebut satu per satu. Baik sejak bapak gerah maupun bapak dimakamkan semoga jadi amal solihah bapak ibu semuanya,” kata Laila disambung ucapan amin dari pelayat.

Laila yang tak kuasa menahan tangis mencoba tegar dan mengakhiri sambutannya di hadapan ratusan pelayat.

“Bila ada tanggungan hutang piutang bapak selama bapak masih hidup mohon menghubungi kami. Laila Istiana beserta adik-adik saya menyampaikan terimakasih,” pungkasnya.

Amien Rais juga memberikan sambutan sebelum adiknya itu dibawa ke pemakaman. Dengan langkahnya yang tertatih Amien melepas kepergian adiknya dengan surah Al Imran.

“Di dalam surah Al Imran ada ayat jadi setiap nyawa pasti akan menemui kematian. Karena itu barangsiapa dijauhkan oleh Allah dari neraka dan dimasukkan dalam surga maka sesungguhnya betul-betul mendapatkan kemuliaan,” kata Amien.

Amien kemudian sedikit mengenang masa hidup adiknya yang telah berkiprah di Muhammadiyah. Ia berdoa semoga apa yang telah adiknya lakukan dapat menjadi amalan baik.

“Kenangan kita semua kepada almarhum diterima amal jariyahnya selama di Muhammadiyah Solo. Mungkin selama 10 tahun ikut membesarkan dan mencari dana jadi.  Insyaallah almarhum di dalam Muhammadiyah insyaallah jadi amal jariyah,” pungkasnya.