SOLO, MettaNEWS – Latihan rutin Terjun Payung Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan menarik minat masyarakat, Kamis (27/6/2024) pagi. Berlangsung di dua lokasi, yakni lapangan tembak dan lapangan sepak bola Kopassus Grup 2 ratusan masyarakat memenuhi dan antusias ingin melihat Terjun Payung dari prajurit.
Komandan Grup 2 Kopassus Kolonel Inf. Wahyo Yuniartoto, S.E., M.Tr (Han) menyampaikan latihan Terjun Payung ini merupakan kegiatan rutin yang disiapkan untuk menjalankan misi ke depan.
“Ini adalah kegiatan program latihan yang bertujuan untuk mengasah kemampuan terjun bebas militer. Dan ini di Satuan Kopassus sudah biasa. Di Grup 2 sendiri dalam satu tahun dilaksanakan sebanyak 2 kali. Dan ini memang kegiatan yang disiapkan untuk menjalanlan misi tugas yang akan datang. Tatkala memang prajurit kita akan dihadapkan tigas-tugas menggunakan sarana negara,” tutur Dangrup Wahyo.

Latihan Terjun Payung ini melibatkan 28 prajurit Grup 2 Kopassus.
“Kita juga mencetak banyak atlet, baik nasional bahkan sampai inernasional. Di beberapa event seperti di Asia Tenggara dan Asia kita juga turut berkontribusi untuk menyiapkan atlet-atlet Terjun Payung terbaik,” ungkapnya.
Sembilan penerjun payung andalan milik Grup 2 Kopassus terjun dari langit biru. Dengan menumpang Heli Mi – 17 buatan Rusia, ke 9 penerjun berusaha mengendalikan payung di tengah terpaan angin yang cukup kencang pagi itu.
Antusiasme masyarakat yang memenuhi lapangan Kandang Menjangan menambah semangat dari para penerjun. Ada 1 penerjun yang membawa bendera Merah Putih dan turun dengan sempurna di lapangan rumput.
“Saya juga kaget masyarakat demikian semangat untuk melihat. Ya ini bukti kemanunggalan TNI dengan rakyat. Di mana masyarakat hadir di tengah-tengah kegiatan latihan kita,” jelasnya.

Wahyo menambahkan tingginya rasa kebersamaan dari masyarakat menjadi suntikan semangat sendiri.
“Ini menandakan kran komunikasi hubungan baik antara PMI dengan masyarakat sampai hari ini tentunya menjadi ruh kehidupan kita bersama. Karena kita bangga dengan maayarakat di sekitar kita dan masyarakat tentunya juga bangga dengan Kopassus,” tegasnya.
Jalinan komunikasi yang baik dengan masyarakat ini menurut Wahyo harus terus dijalin.
“Ini adalah suatu interaksi yang baik sehingga kita pelihara terus mudah mudahan dengan kegiatan yang akan datang bisa bersama masyarakat untuk saling memberikan support. Dan ini juga bagian dari edukasi kepada masyarakat dan desa binaan kita,” pungkasnya.









