PSL-KPW UNISRI dan Forum GenRe Edukasi Remaja Tipes Cegah Pernikahan Usia Dini

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Pusat Studi Lingkungan, Kependudukan, dan Pengembangan Wilayah (PSL-KPW) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) berkolaborasi dengan Forum Generasi Berencana (GenRe) Surakarta menggelar Program Edukasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini di Kelurahan Tipes, Surakarta, belum lama ini.

Kegiatan yang mengusung tema “Remaja Cerdas, Masa Depan Berkualitas: Edukasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini” tersebut diikuti oleh para remaja yang tergabung dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Surakarta.

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja terhadap risiko pernikahan usia dini, sekaligus memperkuat kapasitas mereka dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab, aman, dan berorientasi pada kualitas hidup di masa depan.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber lintas sektor, yakni Farah Aulia dari Forum GenRe Surakarta dan Jacika Pifi Nugraheni, S.Sos., M.A.P. dari Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).

Dalam pemaparannya, Jacika Pifi Nugraheni mengangkat isu-isu strategis terkait risiko kekerasan seksual, literasi consent, body autonomy, serta perlindungan anak. Ia menekankan pentingnya pemahaman hak atas tubuh dan relasi yang sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan pernikahan usia dini dan berbagai bentuk kekerasan terhadap remaja.

Sementara itu, Farah Aulia menjelaskan dampak pernikahan usia dini terhadap pendidikan, karier, dan kualitas hidup remaja. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan life skill agar remaja mampu menghadapi serta menolak tekanan sosial, kultural, maupun ekonomi yang kerap mendorong praktik pernikahan usia dini.

“Kepercayaan diri, kemampuan komunikasi asertif, dan perencanaan masa depan menjadi bekal penting bagi remaja dalam menentukan pilihan hidupnya,” jelas Farah.

Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan Focus Group Discussion (FGD). Melalui forum dialog partisipatif tersebut, para remaja berbagi pengalaman, pandangan, serta tantangan yang mereka hadapi terkait isu pernikahan usia dini di lingkungan masing-masing.

Hasil FGD memberikan beragam perspektif remaja yang dinilai penting sebagai dasar penguatan program edukasi ke depan, sekaligus menjadi masukan dalam perumusan rekomendasi kebijakan yang lebih kontekstual.

Melalui kegiatan ini, PSL-KPW UNISRI dan Forum GenRe Surakarta berharap program edukasi pencegahan pernikahan usia dini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Selain meningkatkan literasi dan kapasitas remaja, kegiatan ini juga diharapkan menghasilkan bahan kajian akademik yang dapat ditindaklanjuti oleh kalangan akademisi serta berkontribusi nyata dalam penyusunan kebijakan yang berorientasi pada perlindungan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas hidup remaja.