JAKARTA, MettaNEWS – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) terus memperkuat perannya sebagai penyedia layanan pariwisata berbasis perkeretaapian dengan menggencarkan pengembangan produk Tour & MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) pada tahun 2026. Langkah ini ditujukan untuk menjangkau pasar domestik maupun internasional seiring meningkatnya tren wisata tematik, korporasi, serta perjalanan berbasis pengalaman (experience based tourism).
Penguatan segmen Tour & MICE menjadi salah satu fokus strategis perusahaan dalam mendukung pertumbuhan pariwisata nasional sekaligus memperkuat posisi KAI Wisata sebagai mitra perjalanan premium dan terintegrasi.
Vice President Corporate Secretary KAI Wisata, Otnial Eko Pamiarso, mengatakan bahwa segmen Tour & MICE memiliki potensi besar, baik untuk kebutuhan korporasi, instansi pemerintah, maupun wisatawan mancanegara.
“KAI Wisata melihat potensi besar pada segmen Tour & MICE. Pada 2026 kami menyiapkan berbagai paket yang lebih variatif, fleksibel, dan berkelas dengan memanfaatkan keunggulan layanan kereta wisata, destinasi heritage, serta fasilitas pendukung yang kami miliki,” ujar Otnial, Kamis (9/1).
Pengembangan Tour & MICE 2026 akan mengintegrasikan berbagai lini bisnis unggulan KAI Wisata, seperti Kereta Wisata dan Kereta Panoramic, Luxury Lounge, Rail Transit Hotel, serta destinasi heritage antara lain Historic Building Lawang Sewu dan Museum Kereta Api Ambarawa. Konsep perjalanan dirancang tidak hanya sebagai moda transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata dan kegiatan bisnis yang bernilai tambah.
Paket Tour & MICE ini disiapkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari corporate gathering, incentive trip, private charter, wisata tematik, hingga kunjungan delegasi dan wisatawan mancanegara yang ingin merasakan pengalaman unik berwisata dengan kereta api di Indonesia.
Corporate Branding & Communication KAI Wisata, Riesta Junianti, menambahkan bahwa penguatan Tour & MICE 2026 juga diiringi dengan strategi branding yang lebih agresif dan kolaboratif. KAI Wisata memperkuat narasi sebagai penyedia experience journey melalui pendekatan storytelling, visual branding, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari travel agent, korporasi, hingga komunitas pariwisata.
“Strategi ini penting untuk memperluas jangkauan pasar, termasuk pasar internasional. KAI Wisata juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah travel agent di Asia dan Eropa, serta berpeluang menggandeng Kementerian Pariwisata dan Kementerian Luar Negeri untuk promosi lebih lanjut,” jelasnya.
Promosi Tour & MICE KAI Wisata 2026 akan dilakukan melalui berbagai kanal komunikasi, pameran pariwisata, business matching, serta platform digital untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas dan beragam. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen KAI Wisata untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi pelanggan Tour & MICE.
“Melalui penguatan Tour & MICE 2026, KAI Wisata berkomitmen menjadi mitra perjalanan dan penyelenggaraan kegiatan yang andal, profesional, dan berkelas, sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata nasional serta citra Indonesia di mata dunia,” tutup Otnial.








