SOLO, MettaNEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Solo memprediksi akan adanya hujan ringan di sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Pada saat hujan ringan tersebut suhu udara mencapai 29 derajat celcius dengan kelembapan udara 75 persen. Serta angin yang berhembus dari tenggara yakni 20 kilometer per jam.
Sedangkan pada malam harinya sekitar pukul 19.00 suhu turun menjadi 28 derajat celcius berawan dengan kelembapan udara 75 persen. Angin berhembus dari arah tenggara 10 kilometer per jam.
Hingga pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB awan tebal menyelimuti dengan suhu udara 26 derajat celcius. Kelembapan udara 80 persen dengan angin yang berhembus 10 km/jam dari arah tenggara.
Berdasarkan prakiraan BMKG tersebut kondisi cuaca di Kota Bengawan ini akan berawan sepanjang hari. Pengamatan MettaNEWS di laman resmi BMKG, bmkg.go.id, prakiraan cuaca harian dilaporkan perubahannya setiap tiga jam.
Pada dini hari nanti sekitar pukul 01.00 WIB hingga 04.00 WIB prakiraan cuaca di Solo akan kembali berawan dengan suhu udara berkisar di angka 23 hingga 25 derajat celcius.
Kelembapan udara berada di angka 90 hingga 95 persen lebih tinggi jika dibandingkan saat sore hingga petang hari dan semakin meningkat mendekati pagi hari. Sedangkan untuk angin yang berhembus masih sama yakni berada di angka 10 km/jam dari arah utara.
Sebelumnya BMKG telah memperkirakan cuaca ekstrem di daerah Jawa Tengah akan berlangsung sekitar tanggal 9-15 di bulan Oktober ini.
Merespons hal tersebut, kepala Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) kota Solo, Nico Agus Putranto mengimbau masyarakat untuk sadar bencana terkait dampak dari cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau karena cuaca ekstrem warga masyarakat untuk sadar bencana sehingga dalam menangani bencana. Dengan membaca potensi bencana kita bisa mempersiapkan diri,” kata Nico saat dikonfirmasi, Senin (10/10/22).
Diakuinya beberapa hari terakhir Kota Solo memang dilanda hujan deras yang disertai angin.
“3 hari terakhir memang terjadi hujan lebat yang disertai angin. Akibatnya ada beberapa titik di Solo terjadi pohon tumbang,” terangnya.
Oleh karena itu, Nico mengatakan bahwa pihaknya akan menyiagakan personel 24 jam sebagai antisipasi. Bahkan, Ia juga menggandeng pihak relawan untuk saling bersinergi menghadapi kemungkinan bencana.







