Stok Vaksin Covid-19 di Kota Solo Kosong, Masyarakat Diarahkan ke Luar Daerah

oleh
Program CSR Vaksinasi Alila Solo untuk sambut 7 Tahun | Doc : Alila Solo

SOLO, MettaNEWS – Stok vaksin Covid-19 di Kota Solo masih kosong sejak Sabtu (1/10) lalu. Kembali mendapat stok 92.000 dosis pada Jumat (7/10) stok ini kembali kosong usai ludes diserbu masyarakat pada Senin (10/10).

Menyikapi kekosongan ini, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mengajukan permohonan vaksin tambahan pada pemerintah pusat. Selama stok masih kosong, Dinkes Kota Solo meminta agar masyarakat mencari suaka ke wilayah sekitar, jika baru ingin divaksin.

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan pihaknya mendapat vaksin booster, vaksin sinopharm dan vaksin covovax dalam jumlah sedikit.

“Yang sebelum sinopharm ini saya punyanya covovac yang habis terakhir itu covovac, itu kan vaksin paling baru ya pemanfaatannya hanya untuk vaksin primer dan vaksin booter yang dosis primernya covovac,” terang Siti, Selasa (11/10/2022).

Menurut Siti minat masyarakat Kota Solo akan vaksin masih rendah. Dengan stok yang ada pihaknya terus menginfikan ke masyarakat melalui kader kelurahan maupun puskesmas.

“Menurun dibandingkan dulu itu buktinya saja dulu sampai ngoyak-ngoyak sampai vaksinnya ED (Expired date). Yang periode dulu itu kan sampai vaksinnya ED, kalau minat masyarakat baik kan nggak sampai itu,” jelasnya.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta, capaian vaksinasi booster di Solo baru mencapai 72,19 persen. Sedangkan vaksin dosis 1 mencapai 131,58 persen dan dosis 2 mencapai 123,32 persen. Pencapaian vaksin masih rendah terutama anak usia 6 tahun yang sebelumnya belum dapat divaksin.

Selama belum ada stok vaksin yang memadai masyarakat diminta untuk tetap menjaga protokol kesehatan khsusunya kelompok kormobid yakni kelompok yang memiliki penyakit penyerta atau penyakit bawaan selain penyakit utama yang sedang diderita.

“Ya kalau menurut saya masyarakat nggak boleh abai ya, tetep protokol kesehatan karena covid itu masih ada ya terutama yang lansia sama kelompok komorbid ini kan sangat riskan sehingga kita saling meilindungi,” katanya.

Siti menegaskan masyarakat yang sehat harus tetap melakukan vaksin booster untuk mencegah penuluaran ke kelompok kormobid dan lansia. Pihaknya menekankan kepada masyarakat agar tidak menyepelekan keberadaan Covid-19.

“Covid itu masih ada, makqnya protokol kesehatan itu juga perlu artinya kita tidak perlu terkungkunh terus dalam covid ini, aktivitas semuanya jalan ekonomi pariwisata pendidikan budaya, jalan tetapi supaya covid ini terkendali kan kita harus bersama-sama menjaga protokol kesehatan,” terangnya.

Siti melihat protokol kesehatan di lingkungan masyarakat menurun untuk itu vaksinasi menjadi sangat penting untuk mencegah badai Covid-19 kembali melanda.

“Kemudian karena protokol kesehatan maayarakat sekarang kan juga sudah agak menurun, ini vaksinasi menjadi penting. Dua pilar itu menjadi sangat penting vaksinasi dan protokol kesehatan,” terangnya.

Kendati demikian pihaknya menegaskan bahwa protokol kesehatan dan vaksin merupakan dua pilar yang sangat penting untuk memerangi Covid-19.

“Karena kondisi kita seperti apa kita nggak ngerti karena yang di sekitar kita yang tidak bergejala juga kita nggak ngerti sehingga kita perlu membentengi adalah dengan vaksinasi Booster,” jelasnya.

Rendahnya capaian vaksinasi ini sejalan dengan turunnya minat masyarakat. Juga dengan rendahnya kasus Covid-19 di Kota Solo.

“Ya bukan nggak nggagas ya, podo turun lah buktinya kita sampai ngoyak ke wilayah kadang akhirnya capaiannya juga cuma sedikit banget,” katanya.

“Ini saya buka 1 puskesmas aja sudah habis 1 hari. Pas stok masih ada rata-rata sehari 200 sampai 300-an mungkin ya,” tutupnya.