SOLO, MettaNEWS — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta bersama Singapore Red Cross (SRC) resmi meluncurkan program kolaborasi kemanusiaan bertajuk Overseas Humanity Program, Senin pagi (16/06/2025) di Kelurahan Mojo, Surakarta. Program ini menjadi simbol kuat solidaritas lintas negara yang menyasar peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui akses air bersih, sanitasi layak, edukasi kesehatan, dan dukungan literasi anak-anak.
Acara pembukaan program dihadiri Plh Sekda Kota Surakarta Tulus Widajat, Ketua PMI Jawa Tengah Sarwa Pramana, jajaran PMI Kota Surakarta, serta perwakilan dari Singapore Red Cross. Dalam sambutannya, Tulus Widajat menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan.
“Saya sangat berterima kasih atas kerja sama yang membawa banyak manfaat berkelanjutan ini. Ini adalah bukti nyata dari solidaritas kemanusiaan tanpa batas negara,” ujar Tulus.
Adapun wujud nyata dari kolaborasi ini mencakup penyediaan water filter untuk air bersih, pembangunan water room sebagai fasilitas sanitasi, pelatihan perawatan keluarga untuk membangun kesadaran hidup sehat, serta donasi rak buku dan koleksi bacaan guna mendukung literasi anak-anak di sekolah.
Perwakilan Singapore Red Cross, Muchsin, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen global mereka dalam memperluas dampak kemanusiaan ke wilayah yang membutuhkan.
“Melalui Overseas Humanity Program ini, kami ingin menegaskan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas negara. Kolaborasi ini diharapkan membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat Surakarta,” ungkapnya.
Sementara itu, Pengurus PMI Kota Surakarta, Bambang Nugroho, menyatakan bahwa bantuan yang diberikan Singapore Red Cross sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Dari air bersih hingga literasi anak, semua dukungan ini sangat bermanfaat. Kami berharap kerja sama ini bisa terus berkembang dan menjangkau masyarakat di wilayah lain,” ujarnya.
Ketua PMI Jawa Tengah, Sarwa Pramana, juga turut hadir dan menyampaikan kebanggaannya. Ia menyebut PMI Surakarta sebagai salah satu yang paling unggul dalam program WASH (Water, Sanitation, and Hygiene).
“Kerja sama ini tidak hanya sekadar bantuan, tetapi juga menjadi sarana studi banding untuk menciptakan kolaborasi berkelanjutan di masa depan,” tambahnya.
Kegiatan ini tak hanya fokus pada penyediaan bantuan fisik, melainkan juga memberdayakan masyarakat melalui edukasi. Pelatihan yang dilakukan melibatkan kader lokal demi menciptakan keberlanjutan program dalam jangka panjang.
Kedua lembaga kemanusiaan ini berkomitmen untuk terus menghadirkan program serupa di masa mendatang, dalam upaya menciptakan dunia yang lebih sehat, aman, dan berdaya.







