Pernikahan Dini Masih Tinggi, Kemenag Solo Antispasi Lewat Program Samawa Jadikan Aku Halalmu

oleh
pernikahan dini
Ilustrasi pernikahan dini Kliktimes.com

SOLO, MettaNEWS – Banyak cara untuk mengantisipasi pernikahan dini. Salah satunya yang dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo melalui program Samawa Jadikan Aku Halalmu.

Kepala Kantor Kemenag Kota Solo, Hidayat Masykur mengatakan program ini lahir dari keprihatinan akan tingginya anak muda yang memilih menikah dini. Yang akhirnya menimbulkan banyak masalah seperti perceraian, stunting, serta problematika lainnya.

“Program samawa itu jadikan aku halalmu yaitu program biro jodoh bagi kami edukasi terkait dengan persiapan seseorang menghadapi pernikahan,” ujar Hidayat, Jumat (19/5/2023).

“Termasuk angka pernikahan dini di Kota Solo cukup tinggi untuk mengantisipasi itu kami membuat program ini,” sambung dia.

Berdasar catatan  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Solo. Pada tahun 2021 angka pernikahan dini mencapai 120 kasus. Sedangkan pada tahun 2022 mencapai 122 kasus.

Khusus pada tahun 2023, dengan perhitungan Januari hingga Mei, yayasan Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (SPEK-HAM) mencatat ada 29 kasus pernikahan dini di Kota Solo.

Dari 29 kasus pernilahan dini di Solo, 70 persennya merupakan anak di usia 14 sampai 18 tahun.

Nikah Ada Ilmunya

Dalam proses edukasi samawa,  ada beberapa proses pembelajaran dari Kemenag Kota Solo. Seperti hak dan kewajiban suami istri, investasi, perencanaan masa depan anak dan pengelolaan manajemen keuangan rumah tangga.

“Kalau memang nggak siap nikah ya jangan nikah dulu, kalau siap nikah, nikah jangan jadi mainan. Nikah itu punya ilmu, ibaratnya kita mau haji kita punya ilmu manasik,” terangnya.

“Nikah itu ada ilmunya, orang berumah tangga bukan asal senang kemudian membangun rumah tangga itu nggak bisa. Jadi ada manajemen pengelolaan,” imbuhnya.

“Besok 10 tahun mendatang berarti anak akan berusia berapa tahun ini akan kami ajarkan secara total. Termasuk cara investasi yang baik ini juga sekaligus dalam manajemen pengelolaan keuangan keluarga,” ujar Hidayat.

Selain itu Kemenag juga mengajarkan terkait dengan kesehatan reproduksi hingga stunting dari dokter dan ahli. Termasuk yang tidak kalah penting psikologi rumah tangga dan konflik rumah tangga.

“Jadi orang berumah tangga itu tidak semuanya mulus berjalan seperti pas pacarana. Jadi orang berumah tangga itu pasti ada banyak masalah yang akan mewarnai. Di situlah disampaikan beberapa kemungkinan masalah-masalah dalam rumah tangga itu seperti apa,” jelasnya.

Selain memperkenalkan masalah dalam biduk rumah tangga, Kemenag juga memberikan pembelajaran mengenai solusi atau pun jalan keluar secara bertahap.

“Ketika proses pelajaran nanti kita pandu, kita bentuk tim nanti ada pembimbingan. Jadi kalau senang bukan senang-senangan tapi ya senang sungguhan. Jadi sampai ke pelaminan kita siapkan betul, ini yang ilmu ini dilalui,” ujarnya.

Adapun muda-mudi yang ingin mengikuti program tersebut bisa mengakses melalui website resmi Kemenag Solo, http://kotasurakarta.kemenag.go.id/. Melalui laman tersebut, pendaftar akan diarahkan untuk mengisi biodata lengkap beserta foto diri, yang juga dilengkapi dengan mengisi kroteria seperti apa pasangan yang diinginkan.