Permintaan Buah di Pasar Gede Naik Jelang Imlek

oleh
Imlek
Buah-buahan di Pasar Gede Solo bertemakan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili, Senin (29/1/2024) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili yang jatuh pada 10 Februari 2024, permintaan buah di Kota Solo meningkat.

Banyak masyarakat keturunan Tionghoa mencari buah-buahan terbaik untuk keperluan sembahyang dan juga dijadikan sebagai bingkisan.

Penjual buah impor di Pasar Gede Solo Sumarsini mengaku, tahun ini mengalami peningkatan permintaan sejak pekan terakhir Januari.

“Permintaan pesanan buah sudah banyak tapi rata-rata pengambilan kurang dari 5 hari Imlek,” kata Sumarsini saat ditemui di kiosnya, Senin (29/1/2024).

Buah-buahan yang laku keras di antaranya jeruk, apel tato, apel Fuji dan pir. Untuk buah khusus perayaan Imlek seperti apel tato, pihaknya belum berani menyetok banyak di tahun ini.

Mengingat jenis buah ini mudah pudar warnanya. Sedangkan perayaan Imlek masih 12 harian lagi.

“Stok jeruk apel tato, apel Fuji kemasan isi 12-an, jeruk isi 20 biji, pir isi 9 biji, apel isi 9 biji ini komplet. Kalau pesanan didominasi campur, jeruk 20 sama pir isi 9 ada dua macam tapi yang isinya sedikit-sedikit. Kalau apel pesanannya cuma sedikit,” terangnya.

Buah-buahan yang Sumarni jual berasal dari Semarang dan Solo. harganya pun bervariasi tergantung jenisnya. Misalnya saja untuk apel ukir isi 12 dibanderol Rp Rp 325.00 – Rp 350.000/box. Jeruk isi 40 Rp 325.000 – Rp 400.000, jeruk isi 20 dijual Rp 230.000 – Rp 250.000.

“Sudah banyak yang ambil satu tempat Rp 275.000 isi 15, yang terjual kira-kira sudah 20-an box untuk semua jenis ya belum banyak. Ya mudah-mudahan banyak biasanya mendekati Imlek ya 5 harian,” tuturnya.

Terhitung sudah 20 box buah terjual menjelang Imlek. Kebanyakan pembeli buah-buahan ini berasal dari luar Solo yakni Sragen dan Purwodadi.

“Semua laris, kalau jeruk santang sudah nggak berani box karena banyak yang rusak yang mendekati Imlek jeruk ini paling rawan karena musimnya paling lama mau habis musim,” ujar penjual buah yang sudah berdagang 30 tahun lamanya itu.

Sumarsini pun berencana menambah stok apabila permintaan kian banyak saat Imlek.