SOLO, MettaNEWS – Jelang Tahun Baru Imlek 2023/2574, untuk pertama kalinya ribuan lampion bulan merah di Jalan Urip Sumoharjo, Pasar Gede hingga Jembatan Kali Pepe Solo menyala pada Sabtu (7/1/2023) malam.
Ribuan lampion ini menyala bersamaan dengan lampion Dewa Uang, master kelinci berputar dan lampion 12 shio yang berjejer di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Gladag. Sejak dipasang pada Rabu (4/1/2023) lampion edisi Imlek ini diuji coba malam ini.
Meski belum semuanya menyala, namun kemeriahan lampion Imlek sudah bisa dirasakan. Terbukti ribuan masyarakat berbondong-bondong datang ke kawasan ini hingga sebabkan kemacetan.
Ketua Panitia Imlek 2023, Sumartono Hadinoto mengatakan lampion Imlek ini telah disiapkannya sejak November 2022. Persiapan jauh-jauh hari ini dilakukannya agar dapat menyuguhkan spot wisata menarik untuk warga Solo dan sekitarnya.
“Sejak bulan November kami menyiapkan lampion Imlek. Ini lebih meriah dan berbeda ya sudah kembali ke beberapa tahun sebelum pandemi. Setelah beberapa tahun tidak ada ini betul-betul nuansanya baru semua,” ujarnya.
Jumlah lampion Imlek tahun ini juga lima kali lipat lebih banyak jika dibandingkan tahun lalu. Sebab di perayaan Imlek tahun 2022, Kota Solo masih dibayangi pandemi Covid-19.
“Karena kemarin pandemi Januari tahun 2022 itu hanya pasang 1.000. Tahun ini kami pasang 5.000 lampion bulan merah di Koridor Balai Kota sampai Kali Pepe yang bersamaan dengan Grebeg Sudiro,” katanya.
Kemeriahan Tahun Baru Imlek 2023 juga dirasakan dari gapura Imlek yang terpasang di Jembatan Kali Pepe. Apalagi ada ribuan lampion merah dan kuning yang juga menyala bersamaan dengan lampu putih menjuntai.
“Gapura Imlek juga kami desain baru agar yang berswafoto tidak bosan, kemudian lampion 12 shio dipasang di Jenderal Sudirman juga desainnya baru tampilannya baru. Kami tambah yang di ujung Gladag ada master shio kelinci yang kelinci di atasnya bis berputar,” jelasnya.
Ribuan lampion Imlek 2023 memiliki konsep yang lebih fresh. Tidak lagi seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini panitia Imlek berinovasi dengan permainan IT dan elektrik.
“Beberapa desain lampu-lampu yang di atas Kali Pepe maupun di atas Jam Pasar Gede, di samping Pasar Gede termasuk sampai yang di Kelenteng Tien Kok Sie ada perubahan-perubahan desain, agar lebih berbeda dan menarik,” kata Sumartono.








