Penataan Shelter Manahan jadi Pedestrian, PKL Resah

oleh
oleh
shelter manahan
Kondisi shelter PKL Manahan saat ini

SOLO, Metta NEWS – Pemerintah Kota Solo merencanakan akan menata kawasan Manahan tahun 2022 ini. Kawasan seputaran Manahan yang biasa disebut dengan shelter Manahan tersebut akan dibangun menjadi pedestrian atau taman kota. 

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menjelaskan, selama pembangunan shelter nanti para pedagang yang selama ini berjualan di shelter Manahan terpaksa harus pindah tempat untuk berjualan semantara waktu. 

“Ya harus pindah, usaha sendiri. Nanti setelah selesai dibangun akan diatur SOP nya, jualannya diatur dan harus ditaati oleh pedagang,” jelas Gibran ketika ditemui di Balai Kota, Rabu (19/01/2022). 

Gibran menegaskan tidak boleh ada tambahan pedagang baru. Saat ini ada 132 pedagang yang menempati shelter Manahan, di bawah paguyuban. 

“Kalau sudah jadi yang baru ya ga boleh nambah pedagang. Sudah di lock jumlahnya itu. Nanti DPU yang atur,” tegasnya. 

Wali Kota menjelaskan pihaknya masih menunggu desain atau gambar konsep pedestrian kawasan Manahan. 

“Nanti ya, tidak jadi lantai 2, nanti nunggu gambarnya dulu. Konsepnya pedestrian dan taman, nanti juga ada jogging track. Nanti ada komunikasi dengan pedagang, nunggu gambare (DED) dadi sek ya. Kemarin kan sudah kita panggil, nanti kita panggil lagi (pedagangnya). Apakah akan ada shelter pedagang? Sementara belum, tapi kita tunggu gambare dulu,” ujar Wali Kota. 

Rencana pembangunan kawasan pedestrian Manahan ini akan memakan waktu selama 6 bulan. Terlebih saat penyelenggaraan Piala U20 nanti, Gibran menegaskan tidak boleh ada aktivitas berjualan di lokasi tersebut. 

“Pembangunan rencananya dalam 6 bulan, tapi selama Piala U20 semua off. Ga jadi lantai 2, ribet dan anggarane ga ada. Satu lantai, nanti nunggu gambare jadi,” ucapnya. 

Ketua Paguyuban PKL Gotong Royong shelter Manahan, Koko Kuncoro mendukung rencana Pemerintah Kota dalam penataan kawasan Manahan. 

“Sudah pernah sosialisasi, terakhir 4 bulan lalu langsung dengan Pak Wali. Pada intinya kami mendukung penataan asal setelah pembangunan kami bisa menempati lokasi yang lama,” kata Koko. 

Koko mengaku para pedagang belum mengetahui detail penataan dan nasib pedagang shelter ke depan. 

“Kalau dulu konsepnya lantai 1 untuk parkir, lantai 2 untuk kuliner. Tapi sekarang masih belum tahu. Banyak kawan-kawan pedagang yang menanyakan rencana penataan ini, tapi paguyuban juga belum bisa menjawab. Intinya kalau direlokasi kami tidak setuju, tapi kalau direnovasi dan boleh balik lagi baru kami setuju,” ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Heru Sunardi memastikan bahwa pemerintah tetap akan memfasilitasi pedagang setempat agar bisa melakukan aktivitas jual beli. 

Saat ini Dinas Perdagangan sudah melakukan pendataan dan mengunci jumlah total pedagang aktif yang ada di naungan paguyuban. 

“Total 132 Pedagang itu kan sudah dikunci, ini yang dipastikan untuk menempati lokasi baru nanti. Pedagang yang masuk di data lama tak perlu khawatir karena dipastikan bisa masuk,” tandas Heru.

Heru mengatakan sesuai arahan wali kota, shelter yang baru akan lebih bersih, representatif dan sedap dipandang mata.