SOLO, MettaNEWS – Selter Manahan Solo kembali dibuka setelah libur 40 hari selama Piala Dunia U-17 sejak 25 Oktober-5 Desember 2023.
Para pedagang menyambut bahagia dengan menggelar bersih-bersih bersama pada Selasa (5/12/2023).
Namun sayangnya, sejumlah pedagang mengaku kehilangan keran wastafel cuci piring saat mereka kembali ke selternya masing-masing.
“Iya banyak yang kehilangan keran. Keran dari Dinas kan bagus-bagus akhire pada ganti sendiri,” ujar Yadi, penjual es degan dan ayam bakar di Selter Manahan.
Namun selebihnya, kondisi selter yang ia tempati masih aman dan tidak ada kerusakan berarti.
“Meja kursi masih aman kemarin juga kan keamanan di sini juga nggak libur. Sebulan juga masih ada kemananan yang jaga dan nyapu di sini,” tambahnya.
Ia pun senang akhirnya bisa kembali berjualan di Selter Manahan. Sebab selama libur 40 hari, Yudi tidak berjualan dan hanya mengandalkan uang tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Senang (buka lagi) ditunggu-tunggu, enggak jualan di tempat lain ya libur, pendapatan ya ngilangi tabungan untuk bertahan hidup,” ujarnya.
Sebelumnya Yudi juga menerima dana bantuan Rp 1 juta selama tutup sementara. Ia berharap Selter Manahan kembali ramai.
“Disdag semoga bisa ngasih promosi lah kayak kemarin pembukaan awalan ada influecer ke sini gratis. Gitu kan lebih menunjang,” ujarnya.
Pedagang lain, Dian juga membenarkan raibnya keran cuci piring di Selter Manahan.
“Ada yang bocor, banyak yang hilang itu kerannya punya saya kebetulan nggak hilang tapi yang bocor 1. Banyak yang airnya bermasalah juga,” ujarnya.
Meski mengalami kendala saat akan membuka kembali dagangannya, Dian tetap senang lantaran Selter Manahan kembali dibuka.
“Senang bisa buka lagi ya memang yang ramai di sini. Jualan di rumah di Baturan tapi sepi. Ini persiapannya barang-barang yang kemarin dibawa pulang nanti bawa lagi ke sini,” kata Dian.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Heru Sunardi merespon adanya kehilangan keran wastafel tersebut.
Dikatakan Heru, pihaknya telah mengimbau agar para pedagang menyimpan perlengkapan jualan sebelum libur. Maka saat terjadi kehilangan maka pedaganglah yang harus bertanggung jawab.
“Itu harusnya mandiri. Nggak ada (laporan) karena itu dulu kalau khawatir hilang silakan diambil termasuk lampu. Kemarin waktu sosialisasi mau penutupan sama membagi penandatangan bantuan kan sudah disampaikan seperti itu,” ujarnya lewat sambungan telepon, Selasa (5/12/2023).
“Kalau keran dilepas ya harus ditutup, kalau hilang ya ganti sendiri. Dulu sudah diimbau, lampu kalau perlu dilepas ya lepas. Keamanan dari Disdag hanya patroli,” tambahnya.








