Penanganan Gempa Bumi Cianjur Terganggu Warga Luar Daerah yang Menonton

oleh
oleh
Gempa
Lokasi bencana gempa bumi di Cianjur saat ditinjau Presiden Joko Widodo | Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

CIANJUR, MettaNEWS – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga yang tak memiliki kepentingan dengan penanganan gempa bumi di Cianjur, agar tidak hadir di lokasi bencana. Banyaknya warga luar daerah yang menonton, sangat mengganggu upaya penanganan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dalam jumpa pers di pendapa Kabupaten Cianjur, Rabu (23/11/2022) sore mengakui hambatan yang dialami hari ini adalah cuaca hujan dan banyaknya “wisatawan” dari luar daerah.

“Teman-teman yang melaksanakan SAR, mobilitasnya terganggu karena jalanan penuh. Para korban yang bertahan di Kawasan atas, tidak bisa menerima pasokan air bersih karena truk-truk tangka tidak bisa ke sana,” ujar Suharyanto.

Data korban dan kerusakan

Mengenai update data korban dan kerusakan hari ini, Suharyanto menyebut jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 271 orang, korban luka 2.043 orang dan pengungsi 61.908 orang. Hingga saat ini, tercatat masih ada 41 korban hilang.

“Kami mengakui, mungkin ada yang belum terdata. Tapi yang 271 ini sudah terkonfirmasi dan terhitung. Kalau mungkin ada yang jenazahnya sudah dimakamkan oleh keluarga sebelum terdata, ini harus kami update lagi. Besok pagi kami akan kumpulkan kepala desa untuk akurasi data korban,” lanjutnya.

Mengenai korban meninggal dunia, Bupati Cianjur Herman Suherman menambahkan, setiap korban meninggal dunia akan mendapatkan dana kerohiman dari Pemerintah Kabupaten Cianjur.

“Begitu sudah terkonfirmasi identitas nama dan alamat, nanti bantuan langsung disampaikan tunai, tidak melalui transfer,” ujar Suherman.

Tentang kerusakan, catatan BNPB ada 22.241 rumah rusak berat, 11.641 rusak sedang dan 22.090 rusak ringan. Selain rumah, ada 3 fasilitas kesehatan, 124 tempat ibadah dan 13 kantor.