Bertemu Presiden Jokowi, Wali Kota Solo Ditanya Soal Banjir

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming bertemu dengan Presiden Joko Widodo saat acara keluarga.

Gibran mengaku ayahnya sempat bertanya dan memberikan komentar soal banjir Solo.

Pertemuan Gibran dan Presiden Jokowi ini saat menghadiri pernikahan dari adik ibu negara Iriana Jokowi, di Surabaya.

Pernikahan Anjas Aryo Wijanarko dengan Febrina Farrah Anova berlangsung di Dyandra Convention Center Surabaya, Sabtu (18/2/2023). Atau dua hari setelah banjir melanda Kota Solo.

“Ya komen soal banjir,” kata.Gibran singkat kepada wartawan di Balai Kota Solo, Senin (20/2/2023).

Gibran mengaku ayahnya sempat menanyakan apakah banjir tersebut sudah tertangani.

“Ya tanya apa banjir sudah terselesaikan? Ya saya jawab sudah kan memang sudah tertangani,” ungkap Gibran.

Gibran mengaku juga tidak mendapat masukan soal penanganan banjir. Pada tahun 2007 kota Solo juga pernah banjir saat Joko Widodo menjadi wali kota.

“Tidak ada omongan penanganan banjir,” kata Gibran.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan status Solo tanggap darurat banjir. Tanggap darurat banjir ini akan berjalan selama 14 hari. Sebelumnya Wali Kota Solo Gibran Rakabuming juga telah menetapkan status ini.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama jajarannya meninjau lokasi-lokasi dan posko banjir di Solo, Sabtu (18/2/2023).

“Saya mendapat perintah dari Presiden Joko Widodo. Untuk langsung datang ke Solo dan Sukoharjo yang beberapa hari ini terjadi banjir. Karena curah hujan yang cukup tinggi dan limpahan air dari Bengawan Solo,” ungkap Suharyanto.

Tidak hanya kali ini banjir cukup besar menerjang Kota Solo. Sebelumnya pada tahun 2007 lalu banjir besar terjadi. Banjir kembali terjadi pada tahun 2017, dan kembali terjadi tahun 2023 ini.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Maryadi Utama membantah keluaran air dari Bendungan Waduk Gajah Mungkur (WGM) bukan satu-satunya penyebab banjir.

“Terkait informasi keluaran air Waduk Gajah Mungkur ini membuat satu-satunya penyebab banjir. Dan ini bukan merupakan luapan dari sungai Bengawan Solo karena pembukaan pintu air waduk. Ini merupakan drainase-drainase yang berada di Kota Solo. Tidak bisa menampung karena hujan yang sangat lebat. Dan ini melebihi kapasitas tampung saat itu,” tegas Maryadi di Kantor BBWS Senin, (20/2/2023).