SOLO, MettaNEWS – Menyusul adanya kerusakan jembatan sasak di Ngepung, Semanggi, Pemerintah Kota Solo bersama intansi terkait Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Pentaan Ruang (DPUPR) meninjau jembatan sasak di Kampung Beton, Kelurahan Sewu, Solo, Jumat (30/9).
Tinjaun tersebut guna mengetahui kondisi terkini jembatan sasak yang saat ini banyak diserbu masyarakat sebagai jalur altrrnatif. Terlebih adanya hujan yang mengguyur pada Kamis (29/9) malam.
Kepala Dishub Kota Solo, Taufiq Muhammad mengatakan akan ada tindakan peningkatan keselamatan dan keamanan jembatan sasak agar layak dilewati.
“Kamarin hasil rapat koordinasi dengan instansi terkait semuanya, karena memang dengan ditutupnya dua jembatan ini arus lalu lintas yang terdampak luar biasa menggunakan jembatan ini, sehari bisa sampai ribuan,” kata Taufiq usai pantauan, Jumat (30/9/2022).
Taufiq menyebut kondisi jembatan sasak masih jauh dari kata layak. Untuk itu pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo akan bertemu untuk koordinasi.
“Melihat dengan situasi kondisi fakta sekarang memang mohon maaf ini masih jauh dari aspek keselamatan dan keamanan,” katanya.
Pihaknya ingin jembatan sasak yang jadi jembatan darurat ini dapat memenuhi aspek keselamatan.
“Kita mau survei bersama intinya dari yang ada ini ditingkatkan menjadi sebuah jembatan darurat yang minimal aspek keselamatannya seperti apa,” terangnya.
Mengajak PT Bukaka sebagai pemenang tender Jembatan Jurug, pihaknya ingin jembatan sasak dapat ditingkatkan kualitasnya.
“Makanya saya mengajak tim dari Bukaka, beliau-beliau ini tim pelaksana atau kontraktornya Jembatan Jurug, tadi sudah direng-reng apa yang dibutuhkan untuk menjadi jembatan darurat minimal mendekati ke aspek keselamatannya,” jelasnya.
Sesuai instruksi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming jembatan sasak dapat beroperasi saat Jembatan Jurug A dan B serta Jembatan Mojo ditutup. Setelahnya jembatan tersebut diminta untuk dibongkar.
Namun selama masih digunakan sebagai jalur altrrnatif maka pihaknya akan mulai menggagas perbaikan.
“Tentunya kami di pemerintahan ada mekanismenya, dari hasil ini akan kami laporkan dan dari pihak Bukaka akan melaporkan ke perusahaannya, doa kita semoga kita dapat bantuan dari PT Bukaka untuk menyempurnakan jembatan darurat ini,“ tukasnya.
Sementara itu, Community Manajer (CM) PT Bukaka, Totok Murdono mengatakan pihaknya mulai menyusun rencana struktur jembatan sasak dengan memperkuat lantai dasar dan penambahan drum untuk meminimalisir goyangan.
“Untuk sementara sudah kita data akan kita perkuat lantainya dengan penambahan seseknya yang sudah rusak, dalam keadaan beberapa hari ini kita harus koordinasi juga dengan pihak pusat sama drumnya kita kasih penambahan agar goyangannya sedikit cuma tetap harus elastis,” terangnya.
Jembatan sasak akan dibuat menjadi jembatan terapung yang lebih elastis menyesuaikan debit air. Sehingga saat hujan tiba jembatan sasak tidak lagi hanyut terbawa arus.
“Kita usahakan secepat mungkin. Nanti ada penambahan sama ralingnya (sandaran) besi kita buat elastis ngambang bisa naik bisa turun pas airnya tinggi bisa naik sistemnya kaya ponton (terapung),” tukasnya.








