SOLO, Metta NEWS – Pemerintah Kota Solo telah mendapatkan tempat isolasi terpusat khusus bagi para tenaga kesehatan yang terpapar. Dinasty Smart Hotel menjadi pilihan Pemkot Solo sebagai lokasi isoter para nakes ini.
Pemkot menyewa Hotel Dinasty selama 1 bulan dan akan beroperasi sebagai tempat isolasi terpusat mulai tanggal 1 Maret 2022.
Hotel yang beralamat di Jl MT Haryono No. 80 Manahan Banjarsari ini masuk kategori bintang 2 dan mempunyai 27 kamar. Pemkot telah menyediakan anggaran sekitar Rp 167 an juta untuk menyewa hotel tersebut selama satu bulan.
Pada koordinasi yang dilakukan dengan staf hotel dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Jumat (25/2/2022) Kepala BPBD Solo, Nico Agus Putranto mengungkapkan, instruksi dari Wali Kota Solo adalah memetakan zona mulai dari zona hijau, kuning dan zona merah di area hotel sebagai penataan pelaksanaan isolasi nantinya.
“Kapasitas di sini ada 27 kamar, yang bisa dipakai untuk 60 pasien isoter. Ada ruang terbuka jadi yang isolasi disini nyaman, bisa melakukan aktivitas berjemur dan olahraga sehingga pemulihannya bisa lebih cepat,” ungkap Niko.
Nico menjelaskan, pemilihan Dinasty Smart Hotel sebagai tempat isoter khusus nakes karena hotel tersebut mempunyai ruang terbuka yang menjadi syarat utama untuk isoter.
“Kita usahakan secepatnya beroperasi, rencananya tanggal 1 Maret sudah mulai. Saat ini kita tengah menyiapkan sejumlah peralatan medis dan penyekat ruangan antar zona,” terang Nico.
Nico mengungkapkan, status penggunaan hotel untuk lokasi isoter ini adalah sewa. Pemkot telah menyiapkan anggaran kurang lebih Rp 167 juta rupiah untuk menyewa satu hotel selama 1 bulan.
“Hotel ini kita sewa seluruhnya selama satu bulan, hitungannya per kamar Rp 200 ribu sebanyak 27 kamar. Anggaran yang kita siapkan sekitar Rp 167 jutaan,” tutur Nico.
Ia menambahkan dari anggaran itu diperuntukkan untuk sewa kamarnya saja, belum termasuk biaya makan pasien isoter dan petugas jaga.
“Untuk safety bersama jadi hotel ini hanya untuk room saja. Untuk fasilitas makan dan minumnya kami yang siapkan, nanti akan kita kirim untuk tiga kali makan dalam sehari,” ujar Nico.
Niko menjelaskan dari jumlah ratusa nakes yang terpapar covid saat ini tidak semuanya akan masuk ke isoter, hanya nakes yang tempat tinggalnya tidak memungkinkan digunakan untuk isoman.
“Data untuk nakes yang menempati isoter dari DKK. Ada nakes yang tidak memungkinkan kondisi keluarganya, misalnya ada anak kecil atau masih kos dan tidak memungkinkan isoman. Itu yang nanti akan masuk kesini,” imbuhnya.
Sementara itu General Manager Dinasty Smart Hotel, Rony Andrijanto mengungkapan awalnya ia di dihubungi oleh PHRI yang menyampaikan Wali Kota membutuhkan tempat untuk isoter nakes, kemudian Dinasty Hotel di survei oleh BPBD.
“Kami koordinasi dengan owner dan beliau menyetujui ini dalam rangka membantu pak wali, jadi tidak masalah dipake, akhirnya kita close reservasi di bulan Maret ini, ini sebulan dulu,” terang Rony.
Rony memaparkan BPBD sudah melakukan koordinasi dengan pihak hotel bagaimana teknis pelaksanaan menjadi tempat isoter untuk pasien covid khususnya para nakes.
“Ini kan baru buat kita ya, jadi kami tadi koordinasi teknisnya gimana, flo nya gimana, alur karyawan harus gimana, termasuk kontrak apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, kan kita perlu tahu,” kata Rony.
Dalam kondisi pandemi ini Rony menyebut okupansi hotelnya masih berada di angka 30-40%, belum bisa kembali pulih seperti sebelum pandemi.
“Fluktuatif sekali, karena kebijakan lokal sangat berpengaruh pada okupasi hotel. Intinya untuk isoter nakes ini kita ingin membantu melancarkan program pemerintah kota,” tutup Rony.








