Tidak Semua Hotel Mau Jadi Lokasi Isoter Nakes, Gibran Pilih Hotel yang Representatif

oleh
oleh
hotel isoter
Dinasty Smart Hotel mempunyai ruang terbuka yang representatif sebagai tempat isoter nakes | Metta News/Puspita

SOLO, Metta NEWS – Setelah beberapa hari mencari lokasi untuk tempat isolasi terpusat bagi tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menetapkan Dinasty Smart Hotel, hotel bintang dua yang beralamat di Jl MT Haryono No. 80 manahan Banjarsari. 

Pemerintah Kota telah menyewa hotel tersebut selama satu bulan ke depan. Gibran mengungkapkan hotel bintang dua tersebut dinilai enak dan representatif. 

“Pertimbangannya ya lokasi di situ enak, juga representatif, itu yang penting,” ungkap Gibran saat ditemui Jumat (25/2/2022). 

Gibran menjelaskan lokasi khusus bagi para nakes yang mesti melakukan isolasi ini sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka sebagai garda depan penanganan pandemi. 

“Intinya mereka selesai karantina harus kerja lagi, harus berjuang lagi jadi ya kita prioritaskan lah untuk para nakes. Selain untuk menjamin kenyamanan mereka juga, tapi semua isoter nyaman kok,” ujar Gibran.  

Terpisah, Kepala BPBD Solo Nico Agus Putranto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan hotel serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) terkait lokasi isolasi. Menurutnya tidak semua hotel bersedia dijadikan lokasi isolasi tersebut.

“Beberapa hari ini kami koordinasi, mencari hotel mana yang bisa dan mau jadi tempat isoter Nakes. Karena tidak semua hotel mau. Ada hotel yang bersedia untuk tempat isoter, tapi tidak semua hotel mau. Dinasty Hotel mau jadi tempat isoter nakes, ” jelasnya. 

Hotel dengan 27 kamar tersebut semuanya akan dipakai untuk ruang isoter nakes. Nico menambahkan selain representatif, Pemerintah Kota memilih hotel ini krena ada ruang terbuka yang menjadi persyaratan utama untuk jadi tempat isoter. 

Sementara itu, ditemui usai koordinasi dengan BPBD, Jumat (25/2/2022), General Manager Dynasti Smart Hotel Rony Andrijanto mengatakan atas persetujuan owner, pihaknya ingin mendukung Pemerintah Kota dalam penanganan pandemi khususnya menjadi tempat isolasi. 

“Walaupun mendatangkan income di tengah kondisi seperti ini tapi salah satunya yang penting tujuan kami adalah membantu programnya Pak Wali dalam memberi tempat untuk isoter ini,” ungkapnya.

Ia juga tidak khawatir terhadap image hotel jika dinilai masyarakat sebagai hotel isoter. Rony menjelaskan, pihak Pemkot Solo nantinya akan membantu melakukan sosialisasi pemulihan nama hotel setelah selesai masa sewa.

“Arahan dari Pak Nico (Kepala BPBD) nanti setelah ini clear (selesai) kita akan dibantu sosialisasi oleh Pemkot memulihkan lagi image hotel kami. Misi kita sebenarnya ingin membantu program Pak Wali saja,” teragnya. 

Untuk isoter khusus nakes ini, Pemkot Solo mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp 167 juta rupiah untuk menyewa satu hotel selama 1 bulan dengan harga per kamar sebesar Rp 200 ribu untuk 27 kamar yang disediakan.