Pelaku Serangan Bom Bunuh Diri di Bandung Eks Napiter, Juru Parkir di Manahan Solo

oleh
Sepeda motor yang ditinggalkan pelaku serangan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung | Twitter

SOLO, MettaNEWS – Penelusuran kasus serangan bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Bandung, membawa polisi ke Solo. Pelaku serangan yang tewas, diduga eks napi terorisme yang bekerja sebagai tukang parkir di sebuah restoran di Kawasan Manahan, Solo.

“Namanya AM (34). Dia eks napi terorisme di Lapas Pasir Putih Nusakambangan. Perannya sebagai perakit bom, dipidana 4 tahun. Sejak bebas tahun 2021 tinggal di Desa Siwal, Baki, Sukoharjo, indekos bersama istri dan anaknya, bekerja sebagai juru parkir di Solo,” ungkap polisi.

Sedangkan sepeda motor yang digunakan, juga berpelat AD (Solo) namun nomor tidak terdaftar. Polisi menemukan fakta, pemilik sepeda motor juga warga Serengan Solo yang sudah beberapa waktu berada di Bandung.

Sementara itu, penelusuran wartawan ke tempat kerja AM di resto Mi Gacoan, ternyata yang bersangkutan sudah beberapa bulan tidak bekerja.

“Lima bulan lalu, sudah tak kelihatan lagi. Saya tahu orangnya, tapi tidak begitu kenal secara mendalam,” kata seorang jukiryang engan disebut namanya saat berbincang media, Kamis (7/12/22).

Menurutnya, parkir Mie Gacoan dikelola dua kelompok masyarakat. Salah satu kelompok pengelola parkir adalah warga setempat. Sementara terduga pelaku bom bunuh diri berasal dari kelompok lain.

“Dia jukir perintis di Mie Gacoan. Saya pernah beberapa bertemu tapi tidak kenal kepribadiannya. Kalau dilihat cenderung pendiam,” ujar dia.