OJK Solo Hibahkan Aset untuk MI Muhammadiyah Doyong Sragen, Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dengan menyerahkan hibah aset kepada Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Doyong, Kabupaten Sragen.

 

Seremoni penyerahan barang hibah tersebut digelar di Kantor OJK Solo pada Rabu (16/7/2025) dan dipimpin langsung oleh Kepala OJK Solo, Eko Hariyanto.

Penyerahan hibah ini merupakan bagian dari optimalisasi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Barang Milik Otoritas Jasa Keuangan (BMOJK). Hadir dalam acara tersebut Kepala MI Muhammadiyah Doyong, Subur; Kepala Bagian Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Solo, Heri Santosa; serta Analis Divisi Pengelolaan Aset Departemen Logistik OJK, Naomi Lousiana.

Dalam sambutannya, Eko Hariyanto menegaskan bahwa peran OJK tidak terbatas pada pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sosial, khususnya pendidikan.

“Dengan dukungan infrastruktur yang lebih memadai di sekolah, kami berharap siswa-siswi MI Muhammadiyah Doyong dapat semakin termotivasi untuk meraih prestasi dan mencapai cita-citanya,” ujarnya.

Barang-barang yang dihibahkan terdiri dari kursi besi, LCD projector, printer, dan perangkat elektronik lainnya yang masih dalam kondisi baik dan layak pakai. Aset tersebut diharapkan dapat menunjang proses belajar mengajar serta mendukung efisiensi operasional madrasah.

Kepala MI Muhammadiyah Doyong, Subur, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh OJK Solo.

“Hibah ini sangat bermanfaat bagi madrasah kami, terutama dalam meningkatkan kenyamanan belajar dan efektivitas kegiatan administrasi. Ini menjadi bentuk perhatian yang sangat kami hargai,” ungkapnya.

Melalui program ini, OJK Solo juga menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset negara sekaligus memberikan kontribusi nyata di luar fungsi utamanya sebagai pengawas sektor keuangan, yaitu mendukung pembangunan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Langkah ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara institusi negara dan lembaga pendidikan dalam membangun masa depan generasi penerus bangsa.