SOLO, MettaNEWS – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memperkuat sinergi dengan insan media daerah sebagai upaya memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, terutama terkait program-program prioritas nasional. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui pertemuan dengan 42 jurnalis dari Jawa Tengah di Kota Surakarta.
“Kami datang ke Monumen Pers sebagai pengingat bahwa Kota Surakarta adalah saksi hidup kekuatan media dalam menggerakkan kesadaran, pendidikan, dan perubahan sosial sejak awal kemerdekaan,” ujar Menteri Komdigi Meutya Hafid di acara “Media Briefing – Menembus Batas Lewat Sekolah Rakyat” di Monumen Pers Nasional, Minggu (20/7/2025).
Komdigi juga memperkenalkan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni Sekolah Rakyat.
“Media tidak hanya menjadi penyampai pesan, tetapi juga penggerak perubahan dan penjaga akuntabilitas kebijakan publik. Sekolah Rakyat adalah program strategis, dan kita ingin masyarakat memahami langsung dari sumber terpercaya,” tegas Meutya.

Meutya mengajak media di Jawa Tengah, khususnya di Solo, untuk menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi valid dan menangkal hoaks yang meresahkan masyarakat.
“Sejak kami diberi amanah oleh Presiden Prabowo, kami berusaha menjadi penengah antara pemerintah dan media agar masyarakat mendapat informasi yang benar. Media juga kami harapkan memberi masukan bagi penyempurnaan program,” lanjutnya.
Sebagai mantan jurnalis, Meutya menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan fakta dari lapangan secara jujur.
“Media adalah mata, telinga, dan suara publik. Media memiliki kekuatan membentuk persepsi dan arah sosial,” tegasnya.
Melalui pertemuan ini, Meutya kembali menegaskan keterbukaan pemerintah terhadap masukan publik, terutama dari awak media. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat menuju Indonesia yang terkoneksi dari Sabang sampai Merauke dan siap menyongsong era komunikasi digital.








