OJK Solo dan TPAKD Klaten Perkuat Inklusi Keuangan, Desa Sidowarno Diluncurkan Jadi Ekosistem Keuangan Inklusif

oleh
oleh

KLATEN, MettaNEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Klaten memperkuat akses literasi dan inklusi keuangan masyarakat pedesaan melalui Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 sekaligus launching Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) Desa Sidowarno.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kantor Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Kamis (20/8/2026), tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong budaya menabung sejak dini sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Kepala OJK Solo Mohammad Mufid, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Klaten Much Nasir, serta pimpinan lembaga jasa keuangan (LJK) di Kabupaten Klaten hadir dalam kegiatan tersebut.

Sebanyak 400 peserta mengikuti kegiatan, terdiri dari guru, pelajar SD-SMP, pelaku UMKM, kelompok ibu PKK, hingga perangkat desa.

Hari Indonesia Menabung diperingati setiap 20 Agustus berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019. Tahun ini, HIM mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”.

Peringatan HIM 2026 sekaligus menjadi momentum memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya budaya menabung sejak dini melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

Mohammad Mufid mengatakan, OJK terus mendorong masyarakat agar memiliki kebiasaan menabung sekaligus mampu memanfaatkan produk dan layanan keuangan formal secara bijak.

“OJK mendukung penuh kampanye ini dengan terus mendorong masyarakat agar memiliki kebiasaan menabung melalui edukasi keuangan dan pemanfaatan layanan keuangan formal, sehingga seluruh masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan,” kata Mufid.

EKI Desa Sidowarno Dorong Ekonomi Lokal

Selain mendorong budaya menabung, OJK Solo dan TPAKD Kabupaten Klaten meluncurkan Program EKI Desa Sidowarno sebagai langkah strategis memperluas akses keuangan masyarakat pedesaan.

Mufid menjelaskan, pengembangan ekosistem keuangan inklusif di tingkat desa diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih merata dan berkelanjutan.

“Ekosistem keuangan inklusif di tingkat desa diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih merata dan berkelanjutan. Pengembangan ekosistem ini membutuhkan sinergi antar pemangku kepentingan baik pemerintah, akademisi, komunitas, dan lembaga jasa keuangan (LJK),” ujarnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Klaten, Much Nasir, yang mewakili Bupati Klaten, menegaskan bahwa Hari Indonesia Menabung bukan sekadar kampanye untuk mengajak masyarakat menyimpan uang di lembaga jasa keuangan.

Menurutnya, HIM menjadi momentum membangun budaya keuangan yang sehat agar masyarakat mampu mengelola keuangan secara bijak.

“Masyarakat perlu diberikan peningkatan literasi keuangan sehingga masyarakat memahami produk dan layanan keuangan serta manfaat, risiko, hak dan kewajibannya supaya mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat,” kata Nasir.

Pemkab Klaten, lanjut Nasir, mendukung Program EKI Desa Sidowarno karena dapat membuka akses masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan.

“Program inklusi keuangan harus diarahkan bukan hanya kepada masyarakat yang sudah bankable namun ditujukan juga kepada masyarakat yang selama ini belum memiliki akses layanan keuangan formal sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Ada Edukasi Investasi Ilegal hingga Produk Keuangan Legal

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis Program EKI yang dilanjutkan edukasi keuangan oleh OJK Solo bersama perwakilan LJK Kabupaten Klaten.

Materi edukasi mencakup kewaspadaan terhadap investasi ilegal serta pengenalan produk dan layanan keuangan legal yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Program EKI Desa Sidowarno dilaksanakan melalui tiga tahapan, yakni pra-inkubasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi.

Pada tahap inkubasi, program diarahkan melalui sosialisasi dan edukasi keuangan kepada berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, PKK, Posyandu, Gapoktan, Karang Taruna, Pokdarwis, hingga kelompok kemasyarakatan lainnya.

Sementara untuk memperluas akses inklusi keuangan, program tersebut mencakup Simpanan Pelajar (SimPel), Tabungan Emas, Tabungan Haji, pembukaan rekening saham melalui Sekolah Pasar Modal, serta Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Sidowarno Punya Potensi Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif

Desa Sidowarno dipilih dalam Program EKI karena memiliki potensi ekonomi kreatif dan desa wisata edukasi handicraft. Sejumlah produk unggulan masyarakat setempat antara lain tatah sungging wayang, kaligrafi, dan bordir payet.

Melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Klaten melalui TPAKD, OJK, dan LJK, Program EKI Desa Sidowarno diharapkan dapat memperkuat fondasi perekonomian lokal sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Program tersebut juga diharapkan menjadi role model desa inklusif yang mampu mengelola potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan.

Dengan semakin luasnya akses terhadap layanan keuangan formal, masyarakat desa diharapkan tidak hanya lebih cerdas dalam mengelola keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkan produk keuangan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, dan mendorong kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Klaten dan sekitarnya.