Respati: BPR Jangan Ikut MotoGP, Kenali Kapasitas dan Berani Inovasi Hadapi Perubahan Pasar

oleh
oleh
Wali Kota Solo Respati Ardi dan Kepala OJK Solo Mohammad Mufid pada FGD) Penguatan BUMD Sektor Keuangan melalui Kajian Implementasi Kelompok Usaha Bersama (KUB) sebagai Strategi Penguatan Permodalan dan Tata Kelola BPR Milik Pemerintah Daerah, di Kantor OJK Solo, Selasa (11/8/2026) | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Surakarta Respati Ardi menegaskan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya BPR milik pemerintah daerah,harus memperkuat tata kelola sekaligus berani berinovasi menghadapi perubahan kebutuhan pasar.

Menurut Respati, setiap BUMD sektor keuangan harus mampu memahami kapasitas dan karakteristik usahanya sebelum menentukan strategi pengembangan. Langkah tersebut penting agar inovasi yang dilakukan tetap realistis, terukur, dan sesuai dengan kemampuan masing-masing lembaga.

Hal itu disampaikan Respati dalam Focus Group Discussion (FGD) Penguatan BUMD Sektor Keuangan melalui Kajian Implementasi Kelompok Usaha Bersama (KUB) sebagai Strategi Penguatan Permodalan dan Tata Kelola BPR Milik Pemerintah Daerah, di Kantor OJK Solo, Selasa (11/8/2026).

Respati mengatakan industri jasa keuangan memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu indikator kondisi perekonomian suatu daerah. Karena itu, penguatan sektor tersebut harus dilakukan dengan memahami kapasitas masing-masing lembaga.

“Industri jasa keuangan itu menjadi tolok ukur ekonomi di suatu daerah. Perbankan dan industri jasa keuangan harus mengerti kapasitas. Saya katakan BPR itu seperti motor matic, jangan ikut MotoGP,” ujar Respati.

Ia menjelaskan, pernyataan tersebut bukan berarti BPR harus membatasi diri dan takut berkembang. Sebaliknya, pemahaman terhadap kapasitas diperlukan agar setiap lembaga dapat menentukan langkah pengembangan yang tepat.

Respati mengibaratkannya seperti seseorang yang harus memahami ukuran pakaian sebelum menentukan pilihan.

“Ini harus tepat. Sadar diri, sadar posisi, seperti mengukur baju. Kita harus mengevaluasi bersama dan mengerti sebuah kapasitas,” katanya.

BPR Diminta Berani Masuk Pasar Baru

Di tengah perubahan karakter masyarakat dan kebutuhan konsumen, Respati menilai industri perbankan juga harus mampu beradaptasi.

Salah satu tantangan yang perlu diperhatikan adalah generation gap. Perbedaan karakter antargenerasi turut memengaruhi pola kebutuhan, perilaku konsumen, serta perkembangan pasar.

Menurut Respati, bonus demografi dan perubahan market demand justru dapat menjadi peluang bagi BPR untuk memperluas pangsa pasar.

Perbankan, kata dia, perlu mulai mencari nasabah baru dan melihat berbagai industri baru yang berpotensi berkembang.

“Pasti ada prinsip kehati-hatian dan penilaian yang harus dilakukan. Kita tidak boleh menafikan itu. Tetapi kita juga harus berani mengubah konsep untuk melakukan penetrasi ke market yang baru,” jelasnya.

Ia menekankan, keberanian melakukan inovasi tetap harus berjalan beriringan dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.

Dengan demikian, BUMD sektor keuangan tidak hanya mampu mempertahankan kinerja yang sudah ada, tetapi juga dapat berkembang mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat.

Dorong Generasi Muda Jadi Motor Inovasi

Respati juga meminta pimpinan perbankan memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda di internal perusahaan untuk menyampaikan gagasan.

Menurutnya, staf yang memiliki perspektif generasi muda dapat menjadi jembatan antara institusi perbankan dengan perubahan karakter konsumen dan pasar.

Ia pun mengajak jajaran pimpinan BUMD sektor keuangan untuk tidak hanya mengandalkan pola kerja lama, tetapi mulai mendengarkan ide dari generasi yang lebih muda.

“Saya ingin mengajak dan menggugah Bapak-Ibu semua untuk lebih memperhatikan generation gap dan lebih mendengarkan staf-staf yang berjiwa muda. Tanyakan inovasinya,” kata Respati.

Ia menilai keterlibatan generasi muda dapat membantu perbankan menemukan pendekatan baru dalam menjangkau nasabah, mengembangkan produk, serta membaca peluang bisnis.

“Saya rasa itu akan menjadi penyambung kita untuk melaksanakan performa yang baik dari industri perbankan,” pungkasnya.

Respati berharap penguatan tata kelola, pemahaman kapasitas, keberanian berinovasi, serta keterlibatan generasi muda dapat membuat BPR milik pemerintah daerah semakin adaptif dan kompetitif menghadapi perubahan ekonomi dan kebutuhan masyarakat.