BOYOLALI, MettaNEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Boyolali terus mendorong budaya menabung dan memperkuat literasi keuangan masyarakat. Upaya ini diwujudkan melalui Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) 2025 sekaligus Bulan Literasi Keuangan (BLK) Kabupaten Boyolali yang digelar di kawasan Car Free Day, Monumen Susu Murni Boyolali, Minggu (24/8).
Kegiatan ini dihadiri Kepala OJK Solo Eko Hariyanto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Boyolali Ahmad Ghojali, Ketua Perbarindo PAC Boyolali Muhammad Taufiq, pimpinan lembaga jasa keuangan, serta 300 peserta yang terdiri atas pelajar SD hingga SMA dan masyarakat umum.
HIM yang diperingati setiap 20 Agustus berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019, tahun ini mengusung tema CEMERLANG: Cerdas Menabung untuk Indonesia Emas dan Gemilang. Eko Hariyanto menegaskan pentingnya dukungan seluruh pihak dalam pelaksanaan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) sebagai langkah memperluas akses keuangan dan meningkatkan literasi masyarakat.
“Program KEJAR diharapkan mendorong masyarakat semakin cerdas secara finansial melalui budaya menabung. Kontribusi seluruh stakeholder penting untuk memperluas inklusi keuangan di Indonesia,” ujar Eko.
Eko mengungkapkan, program Simpanan Pelajar (SimPel) di Boyolali menunjukkan hasil positif. Hingga Juli 2025, jumlah sekolah yang berpartisipasi naik 75,20 persen menjadi 3.737 sekolah. Jumlah rekening SimPel tumbuh 15,22 persen menjadi 66.169 rekening, dengan total tabungan mencapai Rp13,61 miliar atau meningkat 39,87 persen dibanding periode sebelumnya.
Ahmad Ghojali menambahkan, literasi keuangan penting untuk melindungi masyarakat dari risiko investasi bodong, judi online, hingga pinjaman ilegal.
“Pemahaman keuangan yang kuat akan membentengi masyarakat dari jebakan aktivitas keuangan ilegal,” ujarnya.
Selain peringatan HIM, rangkaian BLK Boyolali juga menjadi bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang berlangsung secara nasional. Kegiatan meliputi kampanye edukasi keuangan, sosialisasi KEJAR, literasi digital, serta edukasi pencegahan kejahatan keuangan dan penipuan daring.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan simbolis program SimPel dan pemberian beasiswa kepada pelajar SD hingga SMA di Boyolali oleh OJK, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan.
Melalui sinergi OJK, pemerintah daerah, dan sektor jasa keuangan, budaya menabung dan literasi keuangan di Boyolali diharapkan semakin mengakar, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang melek finansial dan sejahtera.







