Miris! Karyawati Rumah Sakit Swasta di Solo Jadi Korban Pelecehan Atasan Usai Salat

oleh
pelecehan
Ilustrasi pelecehan | Dok Modusonline

SOLO, MettaNEWS – Salah seorang karyawati laboratorium Rumah Sakit Swasta di Solo mengalami tindak pelecehan oleh seorang atasannya berinisial RP.

Kuasa hukum korban, Eko Yudi Santoso mengatakan, kliennya mendapat tindak pelecehan seksual dalam bentuk verbal dan fisik pada Desember 2022 lalu.

Dalam laporan yang ia terima, RP tiba-tiba memeluk korban dari belakang usai korban menjalankan salat zuhur di masjid RS.

“Saat membuka mukenah, tiba-tiba klien kami ditubruk dari belakang. Dipegang tubuh bagian belakangnya dan tangan klien kami diarahkan ke alat vital terlapor,” ujarnya Selasa (11/4/2023).

Setelah kejadian, korban melaporkan kejadian tersebut kepada sang suami. Keduanya lantas melaporkan kejadian ini kepada Unit PPA Satreskrim Surakarta pada 3 Januari 2023 silam.

Status Aduan Karyawati Korban Pelecehan Naik Jadi Laporan

Terbaru status aduan tindak pelecehan seksual yang menimpa karyawati laboratorium RS tersebut telah naik menjadi laporan pada 27 Maret 2023 setelah memeriksa 17 orang.

Eko mengatakan, penyidik Polresta Solo mulai melakukan pemeriksaan secara marathon setelah peningkatan status aduan.

Terhitung ada 6 saksi yang sudah penyidik periksa setelah naiknya status aduan menjadi laporan.

“Kemarin itu sudah 6 saksi yang sudah ikut pemeriksaan. Penyidik kemungkinan masih membutuhkan keterangan saksi lagi, termasuk keterangan saksi ahli dan psikolog,” beber dia.

Meski penanganan petugas terhitung cukup lama, menurut Eko tim penyidik ingin membangun konstruksi penuntutan secara utuh. Terlebih kasus dugaan pelanggaran UU RI No. 12 Tahun 2022 baru pertama kali terjadi di Solo.

“Mungkin penyidik juga butuh kehati-hatian. Supaya kelengkapan berkas lancar,” katanya.

Eko berharap, tim penyidik dapat melakukan penahanan tersangka sebelum Lebaran tahun ini.

Pelecehan seksual yang menimpa salah seorang karyawati laboratorium RS ini juga menjadi sorotan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Putra sulung Presiden RI itu pun menaruh perhatian terhadap kasus ini dan akan turut membantu penyelesaian kasus.

“Ini nanti saya cek. Nanti saya tindak lanjuti yang Rumah Sakitnya, sudah laporan kan. Tiga bulan lama banget itu (penetapan tersangka),” ujar Gibran.