JAKARTA, MettaNEWS – Pengamat Universitas Pamulang Syam Batubara mengatakan ada perubahan orientasi pemilih saat ini, yang lebih melihat kemampuan dan kualitas calon. Sosok Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memiliki peluang besar.
“Dalam dua tahun ini orientasi pemilih akan beralih pada kemampuan figur dalam mengatasi masalah perekonomian mengingat selama kurun waktu setelah terjadinya Pandemi Covid-19, kondisi perekonomian nasional sangat tidak menggembirakan,”tutur Syam di Jakarta, Jumat (5/5/2023).
Menurut dosen Unpam ini, Airlangga dibesarkan oleh seorang ayah yang di masa pemerintahan Orde Baru ikut membangun perekonomian Indonesia dalam Kabinet Pembangunan yang dipimpin mantan Presiden Soeharto.
Kemudian, saat ini Airlangga juga dipercaya oleh pemerintahan Jokowi untuk menjaga perekonomian nasional agar tetap stabil di tengah keterpurukan akibat pandemi.
“Jadi, sudah sangat wajar apabila nantinya masyarakat banyak yang menginginkan pemimpin yang mampu mengatasi persoalan ekonomi yang mendera dunia termasuk Indonesia. Saya kira masyarakat sudah semakin cerdas dalam memilih siapa yang akan menjadi pemimpinnya pada 2024 mendatang.Tidak lagi akan memilih pemimpin yang hanya sekadar pintar menyampaikan jargon-jargon politik, tapi bagaimana mampu mengatasi kondisi perekonomian Indonesia,” tandasnya.
Syam Batubara menyebut, sangat tepat apabila survei yang dilakukan oleh Laboratorium Suara Indonesia (LSI) yang menempatkan Partai Golkar di posisi pertama. Begitu juga Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai figur teratas pilihan responden.
“Partai Golkar mempunyai kualitas SDM yang sangat baik apabila dibandingkan dengan partai yang lain. Sehingga Airlangga Hartarto dan Partai Golkar yang menurut survei LSI berada di posisi teratas tidak perlu diragukan,” katanya.
Airlangga Hartarto Unggul di Survei
Sebelumnya, Kamis (4/5/2023), Laboratorium Suara Indonesia melaksnakan survey pada masyarakat Indonesia terkait Preferensi Politik Masyarakat Indonesia dalam menyikapi dinamika Politik nasional jelang Pemilu 2024.
Survei mengambil sample sebanyak 2180 responden warga negara Indonesia yang sudah berumur 17 tahun keatas di 34 Provinsi pada tanggal 12-28 April 2023 , Demograhi Responden terdiri dari 51,6 persen berjenis kelamin Perempuan dan 48,4 persen berjenis kelamin laki laki, sementara sebanyak 47,9 persen responden tinggal di pedesaan dan 52,1 persen di perkotaan.
Pengambilan sampel survei mengunakan metode multistage random sampling secara terukur. Dan hasil survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sebesar 2,1 persen.
Direktur Eksekutif LSI Albertus Dino, S.Fil mengatakan, preferensi pemilih dalam menentukan pilihan pada calon presiden akan bergantung pada kapabilitas dan kapasitas ,rekam jejak yang dimiliki kandidat, ketimbang preferensi suku dan agama. Hal ini dihasilkan dari hasil survei bahwa sebanyak 66,3 persen memilih seorang presiden didasarkan pada kemampuan, pengalaman dan kinerja & peran tokoh dalam sumbangsih terhadap kemajuan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sedangkan yang memilih didasarkan atas kesamaan suku hanya sebesar 17,3 persen dan didasarkan kesamaan agama 16,4 persen.
Hasil survei menunjukan pemilih cenderung rasional dalam memilih pemimpin karena berfokus pada kapasitas dan peran & kinerja yang akan dibawa calon presiden nantinya. Hal ini dinilai mampu mengakhiri perdebatan politik yang mendikotomikan pemimpin dalam kutub mayoritas dan minoritas.
Airlangga Hartarto di Atas Prabowo dan Ganjar
“Dari empat tokoh yang diuji dalam survei ini terkait aspek aspek yang harus dipenuhi untuk menjadi presiden pilihan publik hasilnya Airlangga Hartarto dinilai oleh sebanyak 86,9 persen sebagai tokoh yang memiliki Integritas yang tinggi, visi misi yang jelas selama menjabat sebagai Menteri Perekonomian dan Rekam jejak yang jelas secara nasional dan berhasil dalam menjalankan tugasnya sebagai Menko Perekonomian kemudian Prabowo dinilai oleh 81,8 persen respoden memiliki Integritas selama menjadi Menhan kemudian visi dan misi yang jelas , serta rekam jejak keberhasilan dalam membangun sistim pertahanan kemudian disusul oleh Ganjar Pranowo yang dinilai oleh 50,9 persen responden memiliki integritas, visi & misi yang jelas saat menjabat gubernur Jawa Tengah dan rekam jejak yang program dan kinerja di tingkat Provinsi yang dirasakan masyarakat Jawa Tengah saja, kemudian Anies Baswedan dinilai oleh 37,9 persen responden memiliki integritas, visi dan misi serta rekam jejak yang dirasakan oleh masyarakat Jakarta saja.”
Dibandingkan dengan hasil survei periode sebelumnya, survei Laboratorium Suara Indonesia terbaru, banyak menampilkan dukungan pilihan partai politik yang signifikan setelah adanya pengaruh dari koalisi koalisi yang dibangun oleh parpol yang ada di DPR RI dan diluar DPR RI.
Peringkat teratas penguasaan dukungan publik terhadap pilihan parpol jika digelar pemilu hari ini , Partai Golkar memuncaki persaingan. Dengan besaran pilihan responden pada 20,8 persen. Kemudian diurutan kedua PDI Perjuangan dengan 17,3 persen dan di urutan ketiga Gerindra 14,2 persen, PKB 9,6 persen, Demokrat 7,4 persenb, Nasdem 6,4 persen , PKS 4,7 persen,PAN 2,9 persen dan PPP 1,8 persen serta gabungan parpol lainnya dijumlahkan sebesar 5,2 persen dan tidak memilih sebanyak 9,7 persen
“Ketika keempat tokoh ini diuji keterpilihan pada responden untuk mengetahui preferensi pilihan publik jika pilpres digelar hari ini , tokoh mana yang akan dipilih maka hasil preferensi pilihan publik, menjadikan Airlangga Hartarto dipilih paling banyak dimana 32,1 persen memilih Airlangga Hartarto, kemudian diurutan kedua Prabowo Subianto dipilih sebanyak 29,4 persen responden, dan Ganjar Pranowo dipilih sebanyak 17,6 persen kemudian Anies Baswedan 10,7 persen. Dan yang tidak memberikan pilihan sebanyak 10,2 persen,”ujar Albertus Dino. (*)







