Aplikasi Pengaduan Kebanjiran Pesan Pribadi untuk Gibran, Anggaran Diskominfo Solo Membengkak

oleh
oleh
Kepala Diskominfo Solo Heny Ermawati
Kepala Diskominfo SP Solo, Heny Ermawati | MettaNews/Ari Kristyono

SOLO, MettaNEWS – Efek Pilpres menimbulkan kerepotan dan kerugian materi di Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Solo. Aplikasi ULAS (Unit Layanan Aduan Surakarta) kebanjiran pesan pribadi untuk Wali Kota Gibran yang ikut berkontestasi sebagai Cawapres.

Kepala Diskominfo SP, Heny Ermawati menyebut aplikasi ULAS membuka akses warga untuk melaporkan suatu masalah ke Pemerintah Kota.

“Sudah beberapa tahun ini menjadi cara efektif. Ibaratnya aparat Balaikota itu kalau dengan pejabat atasannya tidak takut. Takutnya sama ULAS ini karena semua hal bisa dilaporkan,” papar Heny di forum diskusi terbatas Diskominfo SP di Hotel Novotel, Selasa (23/1/2024).

Lebih kurang mulai bulan November 2023, aplikasi ULAS banyak kemasukan pesan yang tidak berhubungan dengan pengaduan. Banyak warga di luar Solo, ikut menulis pesan untuk Wali Kota Gibran Rakabuming Raka.

“Pesan pribadi atau bukan, tentu harus kami jawab. Masalahnya, karena ini aplikasi bisnis, ada biayanya. Setiap bulan normal kami menganggarkan sekitar Rp 5 juta per bulan untuk komunikasi via ULAS. Sekarang ini baru Februari, anggaran kami tinggal sisa sekitar Rp 10 juta,” ujarnya.

Karena ULAS merupakan program prioritas, mau tidak mau Diskominfo harus memotong anggaran lain untuk menutup kekurangan itu.

“Ini masih kami cermati, mencari cara agar ULAS ini tetap ada dan semakin efektif. Misalnya dengan persyaratan memasukkan NIK saat masuk ke aplikasi. Dengan cara itu, hanya warga Solo yang bisa menggunakan. Tapi ini masih dalam tahap wacana, akan kami kaji untuk mencari solusi paling tepat,” tandas Heny Ermawati.