JAKARTA, MettaNEWS – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) / Indonesia Eximbank terus mendorong pengembangan industri kreatif agar semakin kuat bersaing pada panggung global.
Dukungan ini terwujud melalui penyaluran fasilitas pembiayaan Penugasan Khusus Ekspor (PKE) untuk Usaha Kecil Menengah (UKM).
Direktur Eksekutif LPEI, Rijani Tirtoso mengatakan sektor kerajinan menjadi salah satu fokus PKE UKM karena memiliki nilai potensi yang tinggi dan dapat memberikan sumbangsih besar terhadap devisa negara.
“Kami berharap penugasan khusus ini dapat menjawab tantangan sekaligus menjamin kegiatan ekspor pelaku UKM sektor kerajinan. Kami akan mendorong secara intens pelaksanaannya agar produk-produk kerajinan tangan Indonesia dapat segera membentangkan sayapnya pada kancah internasional,” ujar Rijani Tirtoso.
PT Pearland, UKM yang bergerak di industri kerajinan tangan porselen, merupakan salah satu pelaku usaha yang harus melalui masa surut akibat pandemi. Ketidakpastian ekonomi dunia mengancam keberlangsungan bisnis dan nasib karyawan, bahkan menyebabkan PT Pearland terpaksa menghentikan operasi untuk beberapa bulan.
“Tahun 2020 kami sempat tutup dan harus melakukan PHK seratus persen,” kata Direktur Utama PT Pearland Budi Purnomo Otto.
Bersamaan dengan upaya Pemerintah menghidupkan kembali aktivitas dunia usaha, PT Pearland mulai menerima pesanan dari buyer dan perlahan membuka kembali gerbang ekspor ke negara tujuan Amerika Serikat pada pertengahan tahun 2020.
Pada tahun 2022, PT Pearland menjadi salah satu pelaku usaha yang menerima manfaat dari fasilitas pembiayaan PKE UKM untuk menjaga keberlanjutan ekspor.
“Fasiltas ini kami tujukan untuk mengakomodir PT Pearland dalam menghadapi hambatan saat melakukan ekspor. Serta membantu mempertahankan lapangan kerja bagi karyawan di tengah ancaman resesi global.
LPEI Dampingi Pengusaha Indonesia Tembus Ekspor
Menurut Budi, penyaluran pembiayaan dari LPEI banyak mendatangkan dampak positif bagi kegiatan bisnis PT Pearland.
“Kami menilai fasilitas tersebut sangat membantu dalam menjalankan operasional usaha secara lebih efektif dari sisi biaya,” ungkapnya.
Pada kunjungannya ke pabrik PT Pearland di Boyolali, Jawa Tengah, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie O.F.P. menekankan kehadiran Pemerintah melalui LPEI dalam mendukung UKM Indonesia.
“Kami Komisi XI selalu mendukung upaya-upaya Pemerintah dalam membangun dunia usaha apalagi yang berorientasi ekspor karena dapat memperkuat daya saing produk kita dan memperkuat perekonomian kita,” ujar Dolfie O.F.P.
Sementara itu, Budi, Direktur Utama PT Pearland juga mendapat apresiasi.
“Kami melihat di sini Pak Budi luar biasa. Walaupun jatuh bangun, dengan kekuatan dan kemandirian sendiri bisa mempertahankan usahanya. Kami harapkan kehadiran LPEI bisa bersinergi seterusnya dan untuk memperkuat bisnis pengusaha UMKM Indonesia. Itu harapan kami semua,” ungkap Dolfie O.F.P.
Sebagai informasi, PT Pearland merupakan UKM yang berdiri sejak tahun 1987.
Produk yang dihasilkan berupa pajangan boneka atau figurin berbahan porselen dan
resin yang memerlukan ketrampilan tangan dan telah menyerap 466 orang tenaga kerja.
Kerajinan tangan hasil produksi sudah berhasil Go Global dengan sepenuhnya terjual kepada berbagai pembeli besar di Amerika Serikat. PT Pearland merupakan satu-satunya produsen pembuat pajangan boneka atau figurin di Indonesia yang bersaing ketat dengan produk buatan dari China.
Pemilik usaha PT Pearland ini adalah suami istri keturunan Jepang dan Jawa Tengah yang tidak hanya fokus pada keberhasilan finansial. Tetapi juga mempunyai kepedulian pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
PT Pearland mewujudkan kepedulian tersebut dengan melaksanakan berbagai kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) pada bidang keagaman dan lingkungan hidup yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar







