Lembaga Pendidikan Tinggi Wilayah VI Serahkan SK Pengangkatan Guru Besar Pertama di UNISRI

oleh
oleh
Guru Besar bidang Ilmu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP UNISRI Prof. Dr. Drs. Sutoyo M.Pd | Metta News / Puspita

SOLO, Metta NEWS – LLDIKTI atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI menyerahkan SK pengangkatan Dr Drs Sutoyo M.Pd sebagai profesor. Dengan gelar profesor tersebut Prof Sutoyo diangkat menjadi Guru Besar bidang Ilmu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP UNISRI. 

Dari penyerahan SK tersebut, Prof Sutoyo yang juga sebagai Wakil Rektor UNISRI ini menjadi guru besar pertama yang dilahirkan dari kampus ini. 

Ketua LLDIKTI Wilayah VI Bhimo Widyo Andoko dalam sambutan penyerahan Keputusan Mendikbudristek tentang kenaikan jabatan akademik dosen menjadi profesor menyampaikan rasa terima kasih pada Rektor Universitas Slamet Riyadi beserta civitas akademika yang telah berhasil mengantar salah satu dosennya menempati jabatan tertinggi dalam akademik yaitu menjadi profesor. 

“Gelar profesor ini merupakan yang pertama bagi UNISRI dan yang ke-108 di LLDIKTI Wilayah VI,” ungkap Bimo. 

Dengan telah dimilikinya profesor di perguruan tinggi ini, Bimo berharap bisa menjadi pemantik semangat Universitas Slamet Riyadi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Jawa Tengah, dan juga menjadi pemacu bagi dosen untuk mengajukan usulan jabatan fungsionalnya. 

“Inilah yang menjadi perhatian kita bersama agar setiap dosen didorong untuk segera memiliki jabatan fungsional dan meningkatkannya. Dalam upaya tersebut, LLDIKTI Wilayah VI melakukan kegiatan pendampingan pengusulan jabatan fungsional untuk membantu dosen jika mengalami kendala dalam pengusulan di sistem Sijago (Sistem Informasi Jabatan Fungsional Go Online),” ujarnya.  

Bimo memaparkan, data di dashboard LLDIKTI per tanggal 13 April 2022 menunjukkan, jumlah dosen di Universitas Slamet Riyadi dengan jabatan fungsional Asisten Ahli sebanyak 36, Lektor sebanyak 44, Lektor Kepala sebanyak 27 dan yang belum memiliki jabatan fungsional sebanyak 43. 

“Data di Sijago menunjukkan, ada 7 usulan yang sedang berproses, dan 5 lainnya yang masih bersiap untuk diajukan. Semoga keberhasilan Dr. Drs. Sutoyo dapat diikuti oleh dosen lainnya,” harap Bimo.

Menurut Bimo, untuk menghadapi tantangan Industry 4.0 Perguruan Tinggi haruslah melakukan peningkatan mutu melalui strategi pembenahan kurikulum, pembelajaran bermutu, pengelolaan dengan manajemen yang profesional, adaptif dan responsif agar menghasilkan kualitas lulusan yang memiliki akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin, bertanggung jawab, berketerampilan serta menguasai IPTEK. 

“Untuk mewujudkan peningkatan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan maka diperlukan political will dan komitmen yang kuat dari semua unsur yayasan, pimpinan perguruan tinggi, Lembaga Penjamin Mutu, dosen, mahasiswa,” tandas Bimo. 

Dengan munculnya guru besar di UNISRI ini, Bimo berharap selanjutnya akan ada profesor-profesor lainnya di UNISRI. 

“Guru besar dapat memperkuat kampus UNISRI untuk menuju unggul dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi khususnya di wilayah Surakarta, dan mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional dengan tetap berpedoman kepada kualitas mutu sesuai Standar Nasional Pendidikan Tinggi,” tuturnya. 

Pada kesempatan yang sama, Prof Sutoyo menyampaikan untuk pidato pengukuhan nanti masih dalam proses penggodokan. 

“Ini masih proses kristalisasi, tetapi intinya saya akan menyampaikan upaya menanamkan nilai-nilai 4A yakni anti korupsi, anti intoleransi, anti perundungan dan anti pelecehan seksual berbasis internalisasi nilai Pancasila di era 5.0,” pungkas Prof Sutoyo.