Kue Keranjang Buatan Ratna Mulai Diburu Pembeli, Sekali Produksi Habiskan 3 Kuintal Ketan

oleh
Kue keranjang
Rumah produksi kue keranjang milik Rata Anggraini di Kelurahan Sangkrah, Pasar Kliwon Solo, Minggu (15/1/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Situasi yang berangsur normal usai pandemi Covid-19 jadi kabar baik bagi pelaku usaha kue keranjang. Kue khas Tionghoa yang jadi santapan wajib tiap perayaan Tahun Baru Imlek ini pun mulai jadi buruan pembeli.

Salah satu rumah produksi di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon Solo misalnya. Sang pemilik, Ratna Angraini menuturkan dalam sekali produksi tempatnya bisa mengolah 3 kuintal ketan dan gula untuk menghasilkan 1.200 kue keranjang.

Lantaran produksinya yang memakan waktu hingga 24 jam. Ratna hanya memproduksi dalam waktu 3 hari sekali.

“Produk saya nggak bisa sekali jadi, kadang 3 hari sekali. Biasanya mereka order mepet jadi hampir bersamaan, kita ngejar produksinya paling banyak sekali masak 3 kuintal,” kata Ratna kepada MettaNEWS, Minggu (15/1/2023).

Ratna hanya melayani pemesanan kue ini hingga perayaan Cap Go Meh saja. Sebab di hari itulah puncak perayaan Imlek. Ia tak lagi memproduksi kue keranjang setelah perayaan Tahun Baru Tionghoa ini selesai.

“kue keranjang hanya untuk Imlek saja makanya setahun sekali masaknya sampai Cap Go Meh itu artinya nanti sudah selesai kalau stok kita sudah habis ya kita nggak bikin lagi karena sekali bikin tiga setengah kuintal,” jelasnya.

Miliki cita rasa yang khas, produksi kue keranjang miliknya juga sudah tembus hingga pasar luar Jawa seperti Jakarta, Bogor, Malang hingga Bali.

Kue keranjang buatan Ratna dikemas dalam tas merah. Setiap isiannya berbeda-beda jumlahnya. Ada yang 2,3 maupun 4. Harganya  berkisar Rp 45.000 kilogram.

“Ini melayani orderan online juga kalau di Solo dititipin di toko-toko gitu. Harganya sekarang naik dulu Rp 43.000 sekarang Rp 45.000 per kilo isi 4,” ujarnya.

Kue keranjang buatannya mampu bertahan hingga satu bulan. Apabila muncul bercak putih Ratna menyarankan sebelum dimakan kue tersebut harus dikerok terlebih dahulu.