SOLO, MettaNEWS — Ketua Umum (Ketum) DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Arya Wedakarna menyatakan siap mengikuti arahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam menghadapi Pemilu 2029.
Pernyataan tersebut disampaikan Arya setelah menemui Jokowi sekaligus menyerahkan tongkat Dewa Ganesha di kediaman Jokowi di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026).
“Pokoknya Bali siap. Kita manut pada perintah Pak Jokowi. Saya pastikan 2029 ikut Pak Jokowi,” kata Arya di Solo, Jumat.
Menurut Arya, tongkat Dewa Ganesha yang dibawanya telah diserahkan langsung kepada Jokowi. Tongkat tersebut menjadi simbol kepemimpinan sekaligus menggambarkan estafet kepemimpinan.
Ia mengatakan, tongkat tersebut nantinya berkaitan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, Arya belum menjelaskan secara rinci mengenai rencana penyerahan tongkat tersebut kepada Gibran.
“Pokoknya nanti akan ada surprise. Tunggu 2027, ya,” ujar anggota DPD RI asal Bali tersebut.
Tongkat Dewa Ganesha Simbol Estafet Kepemimpinan
Arya menjelaskan tongkat Dewa Ganesha memiliki makna khusus sebagai simbol kepemimpinan. Penyerahan kepada Jokowi disebut menjadi bagian dari pesan mengenai kesinambungan kepemimpinan.
“Diserahkan kepada Pak Jokowi dan nantinya tongkat estafet ke Mas Gibran,” kata Arya.
Tongkat tersebut juga memiliki unsur budaya Bali. Bagian tongkat dihiasi benang Tridatu yang merupakan kombinasi tiga warna utama, yakni merah, putih, dan hitam.
Menurut Arya, simbol tersebut sekaligus menjadi representasi nilai dan identitas masyarakat Bali yang dibawanya dalam pertemuan dengan Jokowi.
Dibawa Atas Nama Masyarakat Bali
Arya menegaskan penyerahan tongkat kepemimpinan Dewa Ganesha dilakukan atas nama masyarakat Bali. Ia berharap simbol tersebut dapat menjadi pengingat mengenai amanah dan tanggung jawab dalam menjalankan kepemimpinan.
“Ini tongkat kepemimpinan lambang Dewa Ganesha. Jadi kita serahkan pada hari ini (kepada Jokowi) atas nama masyarakat Bali. Semoga beliau amanah,” ungkapnya.
Pernyataan Arya mengenai kesiapan mengikuti arahan Jokowi untuk Pemilu 2029 sekaligus menambah sinyal politik menjelang kontestasi nasional mendatang. Meski demikian, ia belum memerinci bentuk dukungan maupun langkah politik yang akan dilakukan pada Pemilu 2029.
Arya memilih menunggu perkembangan selanjutnya, termasuk momen yang disebutnya sebagai “surprise” pada 2027 terkait estafet tongkat kepemimpinan tersebut.








