SOLO, MettaNEWS – Sebelum berpulang pada usia 75 tahun, istri dari pendiri PT Sritex Tbk, Alm. HM Lukminto, Susyana Lukminto sempat dirawat di luar negeri. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Umum PMS (Perkumpulan Masyarakat Surakarta) Sumartono Hadinoto.
“Tahun lalu bu Lukminto dirawat di Amerika cukup lama. Waktu ulang tahun beberapa bulan yang lalu, saya juga ikut hadir di Diamond, bu Lukminto pulang dari Amerika kelihatan sehat cukup segar,” ungkap Sumartono kepada MettaNEWS, Sabtu (20/8/2022).
Meski telah nampak sehat, setelah perayaan ulang tahunnya, Susyana dikabarkan kembali dirawat.
“Tapi setelah ulang tahun saya dengar lagi bu Lukminto dirawat di Singapura, terus berapa minggu yang lalu pulang ke Solo sudah di rumah,” katanya.
Namun Sumartono tak mengetahui pasti sakit yang diderita istri pemilik pabrik tekstil dan garmen terbesar di Asia Tenggara itu.
“Tadi pagi jam 02.45 saya mendapat telepon yang mengabarkan kalau bu Lukminto berpulang, saya justru belum sempat tanya sakitnya, kalau saya lihat pas pulang ke Solo setelah dirawat itu juga sudah cukup sehat,” jelasnya.
Mengenal baik sosok istri dari Muhammad Lukminto, pihaknya kerap terlibat dalam satu pekerjaan di era PT Sri Rejeki Isman Textile (Sritex) masih berada di Baturono, saat itu namanya masih UD Sri Rejeki. Dari Pasar Klewer, Haji Muhammad Lukminto membangun pabrik cetak kain atau printing di Baturono, Solo pada 1968.
“Saya kenal bu Luk cukup lama sejak pabrik Sritex masih di Baturono lalu pindah ke Sukoharjo, saya kan banyak sekali dapat pekerjaan jadi saya sering ketemu bu Luk karena beliau di bagian keuangan jadi pas menerima pembayaran pasti ketemu,” bebernya.
Sumartono menyebut Susyana memiliki hobi bernyanyi, dari hobi inilah Sumartono belajar menjalin link atau hubungan baik antar rekan. Sumartono juga mengenang Susyana sebagai sosok pekerja keras dan teliti. Bahkan saking dekatnya, ia memanggil Susyana dengan panggilan bu Luk.
“Jadi hubungan saya dengan Bu Luk sangat dekat dan beliau ini adalah seorang yang sangat bekerja keras, kemarin waktu ulang tahun Pak Iwan Lukminto (anaknya) beliau ini menyiapkan segalanya dengan teliti,” katanya.
Satu hal yang Sumartono selalu ingat, Susyana kerap pulang malam lantaran menghitung pendapatan yang tak sesuai.
“Terkadang bu Luk pulang sampai malam dari pabrik, sering ditanya kenapa belum pulang, sama anak-anaknya, ini lho uangnya masih selisih, selisih berapa? Padahal uangnya hanya selisih berapa ribu tetap dicari sampai ketemu,” terangnya.
Susyana merupakan sosok yang luar biasa baginya. Sumartono mengungkapkan peran serta Susyana dalam PMS juga begitu besar.
“Dia seorang yang perfeksionis terhadap pekerjaan, tidak mengenal lelah, meskioun tidak aktif di kegiatan lain karena beliau setiap hari kerja. Namun yang pasti almarhum Pak Lukminto sekeluarga selalu mendukung semua kegiatan sosial kami di PMS,” tutupnya.









