SOLO, MettaNEWS – Surakarta kembali menjadi pusat perayaan Hari Raya Trisuci Waisak 2570 TB tahun 2026. Panitia Sannipata Waisak Kota Surakarta menyiapkan berbagai kegiatan keagamaan, budaya, dan sosial yang berlangsung sepanjang Mei hingga Juni 2026.
Hal ini disampaikan Sekretaris Panitia Waisak 2026 Kota Surakarta, Keyza Pramitha saat kunjungan ke kantor Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Sabtu (11/4/2026).
Keyza menyebut rangkaian acara ini bertujuan mempererat persaudaraan, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta meningkatkan kepedulian sosial masyarakat.
“Perayaan Waisak sendiri memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama, yakni kelahiran Pangeran Siddharta, pencapaian penerangan agung, dan wafatnya Buddha Gautama,” jelasnya.
“Tema Waisak tahun ini mengajak umat untuk menapaki jalan mulia serta berkontribusi bagi negeri,” tambahnya.
Perayaan Waisak Surakarta 2026 ini bertujuan untuk memperkenalkan keberagaman masyarakat Buddha, memperkuat persaudaraan antarumat beragama, mendukung kerukunan dan toleransi serta meningkatkan kepedulian sosial masyarakat.
“Dengan rangkaian kegiatan yang lengkap, Waisak 2026 di Surakarta diharapkan menjadi momentum spiritual sekaligus sosial bagi masyarakat,” urainya.
Selain kegiatan keagamaan, acara ini juga membuka ruang partisipasi publik dalam kegiatan budaya dan kemanusiaan.
Perayaan Trisuci Waisak 2570 TB di Surakarta menjadi simbol kebersamaan, toleransi, dan kedamaian yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Berikut agenda lengkap rangkaian Hari Raya Trisuci Waisak 2570 TB di Surakarta:
1. Pemasangan Ornamen Seni Budaya
Kegiatan ini menjadi pembuka dengan pemasangan lampion dan ornamen Buddhis di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan kawasan Balai Kota Surakarta.
19 Mei – 19 Juni 2026
Jl. Jend. Sudirman & Halaman Balai Kota Surakarta
2. Bazar Kuliner
Bazar kuliner hadir untuk masyarakat umum dengan berbagai pilihan makanan.
19 Mei – 19 Juni 2026
Area Parkir Sisi Utara Balai Kota
3. Kirab Waisak dan Memandikan Rupang Pangeran Siddhartha
Kirab Waisak menjadi salah satu acara utama yang melibatkan umat Buddha dan masyarakat.
Sabtu, 23 Mei 2026
18.00 WIB – selesai
Halaman Balai Kota Surakarta
±1000 peserta
4. Pindapata
Tradisi pemberian dana makanan kepada Bhikkhu sebagai bentuk kebajikan.
Minggu, 24 Mei 2026
08.00 – 10.30 WIB
Taman Balai Kota
±1000 peserta
5. Pentas Seni Trisuci Waisak
Pertunjukan seni budaya mempererat kebersamaan lintas komunitas.
Sabtu, 30 Mei 2026
18.00 WIB – selesai
Halaman Balai Kota Surakarta
6. Puja Bakti Menyambut Detik-Detik Waisak
Momentum sakral menyambut puncak Waisak.
Minggu, 31 Mei 2026
14.00 WIB – selesai
Plataran Candi Putih Vihara Dhamma Sundara
7. Donor Darah
Kegiatan sosial untuk masyarakat umum
Sabtu, 6 Juni 2026
11.00 WIB – selesai
Pendhapi Gedhe Balai Kota
8. Sannipata Waisak
Acara penutup yang mempertemukan umat untuk refleksi bersama.
Sabtu, 6 Juni 2026
18.00 WIB – selesai
Balai Kota Surakarta
±1000 peserta
Dukungan PMS Perayaan Trisuci Waisak
Ketua Umum PMS, Sumartono Hadinoto, menyatakan dukungan penuh terhadap rangkaian perayaan Hari Raya Trisuci Waisak yang digelar di Kota Surakarta.
Dukungan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi panitia Waisak pada pertemuan yang berlangsung hari ini.
Menurut Sumartono, PMS setiap tahun turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan kebhinekaan di Surakarta.
Ia menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya siap membantu setiap kegiatan religi demi menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama.
“Kami PMS selalu ikut ambil bagian dalam kebhinekaan yang ada di Solo. Jadi panitia kegiatan religi jika berkomunikasi dengan kami, tentu akan kami dukung dan bantu sebisa mungkin,” ujarnya.
Balai Kota Jadi Ruang Bersama Perayaan Religi
Sumartono juga menyinggung kebijakan penggunaan Balai Kota Surakarta sebagai lokasi kegiatan lintas agama. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadikan fasilitas publik sebagai ruang bersama bagi seluruh masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa sejak Balai Kota dibuka untuk berbagai kegiatan religi, suasana toleransi di Surakarta semakin kuat. Hal ini sekaligus menunjukkan komitmen kota dalam menjaga keharmonisan.
“Kami ingin semua pihak ikut mendukung agar kebhinekaan dan toleransi semakin kuat, sehingga Solo semakin aman, nyaman, dan ramah bagi siapa pun yang datang,” tambahnya.
Perayaan Waisak Diharapkan Dorong UMKM dan Pariwisata
Selain aspek spiritual, Sumartono berharap perayaan Waisak juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Ia menilai kegiatan tersebut mampu mendorong pertumbuhan UMKM dan sektor pariwisata di Surakarta.
Menurutnya, rangkaian acara Waisak dapat menjadi daya tarik wisata, baik bagi pengunjung nasional maupun internasional. Mereka dapat melihat langsung praktik kebhinekaan yang terjalin harmonis di Kota Surakarta.
“Kami berharap selain tujuan religi tercapai, kegiatan ini juga memberikan efek ganda, mendukung UMKM, dan menjadi destinasi wisata nasional maupun internasional,” jelasnya.
Memperkuat Citra Surakarta sebagai Kota Toleran
Dengan adanya dukungan berbagai pihak, termasuk PMS, perayaan Waisak diharapkan semakin memperkuat citra Surakarta sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar komunitas serta meningkatkan kunjungan wisata ke kota tersebut.








