KAI Commuter Area VI Yogyakarta Targetkan 9,8 Juta Pengguna Commuter Line Tahun 2025

oleh
oleh

YOGYAKARTA, MettaNEWS – Hingga Oktober, tercatat sebanyak 7.372.412 pengguna telah memanfaatkan layanan Commuter Line Yogyakarta–Palur, naik 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencatat 6.513.540 pengguna.

Hal tersebut disampaikan oleh VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, pada Sabtu (8/11). Menurutnya, capaian ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi massal berbasis rel yang dikelola KAI Commuter.

“Data tersebut sekaligus menunjukkan pertumbuhan sebesar 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini menandakan bahwa masyarakat semakin menjadikan Commuter Line sebagai pilihan utama transportasi harian,” ungkap Karina.

Selain layanan Yogyakarta–Palur, Commuter Line Prameks juga mencatat peningkatan yang signifikan. Pada Oktober 2025, jumlah penggunanya mencapai 90.547 orang, dengan total sepanjang tahun mencapai 910.980 pengguna — meningkat sekitar 119 ribu pengguna atau tumbuh 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Karina menjelaskan, pertumbuhan pengguna terutama terjadi di stasiun-stasiun yang terintegrasi dengan moda transportasi lain serta dekat dengan pusat wisata di wilayah Yogyakarta, Klaten, dan Solo.

“Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Lempuyangan menjadi simpul transportasi utama di wilayah Kota Yogyakarta. Keduanya mengintegrasikan layanan Commuter Line Yogyakarta–Palur dengan Commuter Line Prameks dan KA jarak jauh,” terang Karina.

Saat ini, KAI Commuter Area VI Yogyakarta mengoperasikan 27 perjalanan Commuter Line Yogyakarta–Palur dan 10 perjalanan Commuter Line Prameks setiap harinya. Dengan frekuensi perjalanan yang cukup padat, KAI Commuter optimis layanan ini akan terus menjadi pilihan masyarakat yang membutuhkan transportasi efisien, nyaman, dan ramah lingkungan.

Tahun ini, KAI Commuter Area VI Yogyakarta menargetkan dapat melayani 8,79 juta pengguna Commuter Line Yogyakarta–Palur dan 1 juta pengguna Commuter Line Prameks, sehingga total 9,8 juta pengguna diharapkan dapat tercapai atau bahkan terlampaui.

Karina juga menuturkan bahwa peningkatan fasilitas di stasiun menjadi salah satu faktor pendukung naiknya jumlah pengguna. Sejumlah inovasi dilakukan, mulai dari penambahan fasilitas ruang tunggu, kemudahan sistem pembayaran tiket, hingga layanan integrasi antarmoda.

“Kami terus berupaya menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat dengan memperluas integrasi transportasi dan meningkatkan kenyamanan pengguna. Terima kasih kepada seluruh pengguna yang telah menjadikan Commuter Line sebagai transportasi utama dan ikut mendukung pelestarian lingkungan melalui penggunaan transportasi massal,” tutup Karina.