SOLO, Metta NEWS – Pertumbuhan investor Pasar Modal di Solo meningkat selama pandemi. Bahkan investor milenial di Solo tumbuh lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Founder Komunitas Bintang Saham Indonesia (BISA-IN), Muhammad Fajrin Syukron menjelaskan dari data Bursa Efek Indonesia (BEI) Solo mencatat kontribusi investor muda usia milenial sebanyak 65 persen dari total 74.885 investor pada 2021.
“Jumlah ini masih jauh bila dibandingkan negara maju lainnya. Ini harus kita tingkatkan agar jumlah investor pasar modal di Solo meningkat dan kita terus melakukan edukasi. Saat ini jumlah investor lokal baru 2.6% dari total penduduk Indonesia,” ungkap Fajrin pada kegiatan Sekolah Pasar Modal di Kota Solo, Sabtu (5/3).
Meskipun selama masa pandemi, Fajrin menyebut terjadi kenaikan investor saham dari kalangan milenial atau generasi muda, jumlah ini jauh bila dibandingkan dengan Amerika Serikat yang jumlah investornya sekitar 55% dari total penduduknya, Singapura 26% dan di Malaysia 9%.
“Ini sangat jauh bila dibandingkan Indonesia. Padahal pasar modal itu bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan percepatan tujuan finansial yang ujungnya adalah meningkatkan kesejahteraan,” ujar Fajrin.
Solo menjadi kota kedua setelah Bali digelarnya kegiatan Sekolah Pasar Modal, menurut Fajrin Solo termasuk salah satu kota yang punya pertumbuhan jumlah investor milenial lebih tinggi dibanding daerah lain. Sekolah Pasar Modal ini merupakan kolaborasi Komunitas Bintang Saham Indonesia bersama Bank BJB, MNC Sekuritas, dan Bursa Efek Indonesia
“BISA-IN rutin mengadakan sekolah pasar modal seminggu sekali. Saat pandemi kami lakukan melalui online dan saat ini bundling antara offline dan online. BISA-IN saat ini mempunyai anggota sekira 6 ribu lebih investor saham, dengan sebaran di 5 pulau besar Indonesia, BISA-IN juga sudah ada di 17 negara di dunia,” ungkap Fajrin.
Sementara itu, Siti Maryam dari BJB menerangkan, Sekolah Pasar Modal digelar pada tanggal 5 – 6 Maret 2022 di Hotel Solia Yosodipuro Solo.
“Setelah menyelenggarakan acara Belajar Saham Yuk di Bali pada bulan Januari lalu. Melalui acara ini dengan peserta 300 warga kota Solo antusias mengikuti Sekolah Pasar Modal ini,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BEI Solo, M. Wira Adibrata membenarkan bahwa jumlah investor pasar modal di Solo dan sekitarnya tumbuh 86% sepanjang 2021, dengan total nilai transaksi sebanyak Rp 35 triliun. Menurutnya, Galeri Investasi yang berada di berbagai kampus turut andil menambah jumlah investor baru khususnya investor muda.
“Khusus Solo sendiri jumlah investornya mencapai 20.954, ini mendominasi jumlah investor di Solo Raya. Literasi masyarakat semakin meningkat sehingga mereka paham dan banyak yang mencoba berinvestasi di pasar modal,” pungkas Wira.







