Jelang Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Turun, Harga Telur di Pasar Kadipolo Naik

oleh
Telur naik
Harga Telur Naik di Kios Pasar Kadipolo, Kamis (03/03) | MettaNEWS / Adinda

SOLO, MettaNEWS – Menjelang turunnya bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), harga telur alami kenaikan di Pasar Kadipolo sejak Selasa (01/03/) lalu. PKH merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima. Menurut Pedagang di Kios Pasar Kadipolo, Wahyu mengungkapkan kenaikan sebesar Rp 500,- setiap harinya dengan harga yang dijual Rp 22.000,- per kilogram pada Kamis (03/03).

Wahyu mengaku meskipun harga naik namun permintaan tetap tinggi. Wahyu menyebut pembeli tidak merasa masalah dengan kenaikan yang terjadi. Hal ini karena stok barang yang selalu tersedia dan tidak mengalami kelangkaan.

“Menjelang PKH itu telurnya banyak yang memborong untuk dibagikan. Setelahnya harga kembali normal. Harga naik dan turun itu sama besarannya. Dua hari ini naik terus, awalnya harganya 21 ribu per kilo,” ungkap Wahyu saat ditemui di Kios Pasar Kadipolo, Kamis (03/03/2022).

Berjualan sejak 40  tahun yang lalu, Wahyu merupakan genarasi kedua yang meneruskan berjualan sembako di Kios Pasar Kadipolo sejak 2017. Wahyu mengungkapkan alami penurunan pembeli di awal pandemi di tahun 2020. Ia menuturkan harga telur akan alami kenaikan jelang puasa dan lebaran. Hal ini karena telur merupakan barang pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Pernah naik tanpa ada alasan pasti, harga telur 32 ribu per kilogram meskipun kaget tapi tetap ada pembeli,” pungkasnya.