Jelang Penutupan, Wisatawan Masjid Zayed dan Kendaraan Hilir Mudik Melewati Viaduk Gilingan

oleh
Wisatawan Masjid Zayed
Wisatawan Masjid Zayed melewati Viaduk Gilingan, Banjarsari Solo jelang penutupan, Minggu (19/2/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Jelang pengerjaan dan penutupan total proyek Viaduk Gilingan, Banjarsari Solo. Sejumlah wisatawan Masjid Zayed masih hilir mudik di bawah jembatan rel kereta api ini, Minggu (19/2/2023) pagi.

Pantauan MettaNEWS, para wisatawan terus berdatangan sejak pagi sekira pukul 06.00 WIB. Bus wisatawan, truk, kendaraan roda empat maupun roda dua juga masih melintasi Viaduk Gilingan Jalan Ahmad Yani tersebut.

Lalu lintas sangat padat di waktu ini. Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) juga telah memasang pemeberitahuan pengalihan arus lalu lintas pengerjaan Viaduk Gilingan dari Jembatan Keris, Terminal Tirtonadi Solo.

Pekerja DJKA juga tampak mengoperasikan alat berat dan mengerjakan penggalian untuk DAM Viaduk Gilingan menuju Kali Banyu Anyar.

Wisatawan Masjid Zayed dan Lini Masa Pengerjaan Viaduk Gilingan

Berita sebelumnya Viaduk Gilingan segera mulai pengerjaan pada pertengahan Februari ini. Site Manajer Penataan Viaduk Gilingan, Niko Herlambang mengatakan, waktu pengerjaan Viaduk Gilingan akan mulai pada 19 Februari dan rampung pada 27 Mei 2023 mendatang dengan masa pekerjaan selama tiga bulan.

Kepastian ini pihaknya dapatkan setelah melakukan komunikasi dengan pihak Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta dan pengurus Masjid Raya Sheikh Zayed.

Pekerjaan akan mulai dari penurunan dan pelebaran akses jalan Ahmad Yani depan masjid Zayed hingga depan Denbenkang sepanjang 250 meter dan lebar sekitar 11 meter.

Pekerjaan ini nantinya akan mulai dari dua sisi yakni dari Barat Viaduk (sisi Simpang Gilingan) dan Timur Viaduk (sisi Simpang Ngemplak) agar lebih efisen. Termasuk pemindahan jaringan pipa-pipa PDAM yang berada pada jalan tersebut.

“Pelaksanaannya nanti bersamaan dengan pembuatan rumah pompa baru di bagian bawah jembatan (rel) kereta api yang baru. Pekerjaan ini sekaligus membuat underpass untuk JPO (jembatan penyeberangan orang) agar wisata bisa punya akses ke masjid,” kata Niko, Kamis (9/2/2023).

Hasilnya nanti, akses Jl Ahmad Yani di Viaduk Gilingan akan lebih dalam dan lebar sehingga bus-bus besar dapat melewatinya. Sebelumnya ketinggian viaduk hanya sekitar 3,4 meter sedangkan bus pariwisata rata tingginya antara 3,85 sampai 3,9 meter.

“Kita buat tingginya menjadi 4,2 meter. Tapi mungkin akan ada penyempitan di lokasi jembatan lama karena pembongkarannya menunggu proses perpindahan jalur kereta api yang lama ke jalur baru yang pekerjaannya akan bersamaan dilakukan dengan pemindahan jalur di Simpang Joglo,” terang Niko.