SOLO, MettaNEWS – Pesona Masjid Agung Sheikh Zayed Solo mampu menjadi magnet tersendiri bagi warga luar daerah. Meski belum dibuka untuk umum, masjid hadiah Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Syekh Mohammed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan atau MBZ ini setiap harinya selalu ramai pengunjung.
Diresmikan pada 14 November lalu, masjid yang terletak di Gilingan Banjarsari Solo itu hampir tak pernah sepi. Para pengunjung selalu berdatangan sejak pagi hingga malam hari. Terlebih menjelang akhir tahun.
Keramaian pengunjung terjadi sejak siang hingga petang hari. Bahkan di waktu tertentu, masjid bernuansa serbe putih itu nampak ramai saat malam hari. Mereka asyik berfoto ria di depan jalan menuju masjid.
Pengunjung kebanyakan datang bersama keluarga ataupun rombongan. Biasanya para pengunjung akan berada di sana dalam waktu yang cukup lama. Mereka akan menghabiskan waktunya untuk berfoto di berbagai sudut latar belakang masjid.
Salah satu pengunjung asal Semarang, Anisa Ayu Rahmawati (24) mengaku sengaja singgah ke Solo untuk melihat kemegahan replika Masjid Zayed Arab Saudi ini.
“Mau ke Wonogiri pulang ke tempat uti, karena lewat Solo terus penasaran sama Masjid Zayed jadi mampir. Sudah sering lihat di sosial media makanya penasaran mau kesini, setelah lihat langsung lebih bagus dan megah, dari jauh juga sudah kelihatan kubah-kubahnya,” terang Anisa.
Tentunya Anisa tidak sendiri, ia datang bersama 7 anggota keluarganya yang tampak sibuk mengbadikan momen.
“Datang bareng 7 orang, berangkat dari Semarang jam setengah 4, mau di sini sampai puas foto-fotonya karena kan belum dibuka juga,” katanya.
Anisa mengaku sangat penasaran dengan isi Masjid Zayed. Ia pun berencana datang ke Solo lagi apabila masjid ini telah dibuka untuk umum.
“InsyaAllah pengin kesini lagi pengin salat di dalam pengin tahu arsiteknya di dalam kaya gimana,” ujarnya.
Senada, Sutami (50) juga sengaja datang jauh-jauh dari Jumiring Klaten untuk melihat Masjid Zayed.
“Tahu dari orang-orang, jadi sengaja kesini buat lihat secara langsung. Kesini bareng 6 orang, satu mobil kesini sudah direncanakan, ini baru sampai karena macet,” ujar Sutami.
Sembari memangku cucunya, Sutami mengungkapkan kekagumannya pada Masjid Zayed itu.
“Belum pernah lihat masjid sebesar ini jadi masjid terbesar yang pernah saya lihat. Masjidnya luar biasa sangat bagus dan bisa meningkatkan ekonomi warga sekitar karena kan pada jualan, jadi kalau sudah dibuka ya pengin kesini lagi,” tukasnya.
Masjid Zayed Dipadati PKL

Selain pengunjung, Masjid Zayed juga dipadati para pedagang kaki lima (PKL). Mereka hadir seiring banyaknya wisatawan yang datang. Ada yang berjualan minuman, makanan ringan hingga mainan yang kini tengah digandrungi berbagai usia, latto latto atau tek tek.
Para PKL ini terbagi menjadi dua sisi yakni di tepian jalan selatan maupun utara. Bahkan ada pula PKL yang menempati jalur pedestrian atau pejalan kaki dekat pintu masuk masjid. Yang sejatinya area ini seharusnya kosong dari PKL.
Pemandangan ini diperkirakan akan semakin padat saat Masjid Zayed dibuka di tahun 2023. Di saat itu pula diperkirakan perekonomian warga sekitar akan ikut merasakan dampak positifnya.








