SOLO, MettaNEWS – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan status Solo tanggap darurat banjir. Tanggap darurat banjir ini akan berjalan selama 14 hari. Status tanggap darurat berlaku terhitung mulai Jumat (17/2/2023). Sebelumnya Wali Kota Solo Gibran Rakabuming juga telah menetapkan status ini.
Penetapapn status tersebut setelah 21.846 jiwa terdampak banjir dan 4.449 orang mengungsi tersebar pada 16 kelurahan serta empat kecamatan di Solo.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama jajarannya meninjau lokasi-lokasi dan posko banjir di Solo, Sabtu (18/2/2023). BNPB memberikan bantuan ribuan paket sembako pada pengungsi banjir di Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres.
“Saya mendapat perintah dari Presiden Joko Widodo. Untuk langsung datang ke Solo dan Sukoharjo yang beberapa hari ini terjadi banjir. Karena curah hujan yang cukup tinggi dan limpahan air dari Bengawan Solo,” ungkap Suharyanto.
Suharyanto menjelaskan, Wali Kota Solo dan Bupati Sukoharjo juga sudah menetapkan status tanggap darurat untuk daerahnya.
“Statusnya tanggap darurat dan berlaku 14 hari kedepan. Mudah-mudahan sebelum 14 hari sudah bisa tertangani untuk banjirnya,” ungkap Suharyanto.
Pihaknya menegaskan langkah-langkah mitigasi, rehabilitasi dan rekontruksi terus dilakukan.
Suharyanto menyebut meskipun sebagian sudah surut namun masih ada pengungsi hingga hari ini. Sehingga pemerintah pusat hadir langsung untuk memberikan bantuan pada masyarakat terdampak.
“Bantuan berupa anggaran dana siap pakai yang bisa digunakan saat tanggap darurat. Juga logistik makanan yang bisa langsung konsumsi untuk para pengungsi dan kelengkapan lainnya. Mudah-mudahan ini bisa meringankan masyarakat terdampak banjir,” kata Suharyanto.
Kelengkapan bantuan lainnya seperti selimut, matras, tenda dan beberapa perahu dan lainnya.
Suharyanto menegaskan setelah status tanggap darurat selesai tahapan rehabilitasi, mitigasi dan rekontruksi terus berjalan.
“Pencegahan tahun-tahun kedepan supaya bencana serupa tidak terjadi lagi. Dengan target yang akan datang ketika curah hujan sama atau lebih besar dari sekarang dampaknya banjir tidak sebesar seperti sekarang. Itu artinya langkah-langkah mitigasi ini ada hasilnya,” tandasnya.
Bantuan tersebut adalah 2000 paket sembako, 2.500 selimut, 2.500 matras, 1.000 hygiene kits. Juga 1.000 alat kebersihan, perahu polietilen 2 unit, 200 tenda keluarga dan tenda 6×12 meter enam unit.








